TOTABUANEWS, KOTAMOBAGU – Sesuai hasil putusan Rapat pimpinan harian (Pinhar) DPW PAN Sulut yang digelar 21 Mei lalu, dengan agenda pleno untuk membahas Pelaksana tugas (Plt), Ketua, Sekretaris Bendahara (KSB) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN Kota Kotamobagu (KK).
Di mana, hasil pleno DPW PAN Sulut ini, menunjuk Plt ketua DPD PAN Kotamobagu, Iswadi Tamy Gaib, SE, Sekretaris, Aldjufri Kobandaha, Spd dan Bendahara Maulid Hamim. Ketiganya, menggantikan Plt sebelumnya yaitu, Ketua DPD, Wijayanto Patonti, Sekretaris Bop Paputungan, ST dan Bendahara Hi Awaludin Lam.
Iswadi Tamy Gaib ketika menghubungi Media Totabuan Minggu (22/05/2016) mengatakan, jika tugas mereka bertiga akan melakukan konsolidasi diinternal partai mulai dari tingkatan DPD hingga DPRT (Dewan Pimpinan Ranting) PAN KK. “Intinya kami KSB yang baru akan melakukan konsolidasi dari tingkat DPD sampai ranting. Juga, termasuk menginventarisir tragedy 17 Mei 2016. Yakni, pembakaran atribut partai di depan rumah dinas Walikota Kotamobagu oleh oknum – oknum yang tak bertanggung jawab,” tegas Tamy.
Menurut Tamy, kini pihaknya sedang mengumpul fakta keterlibatan oknum – oknum kader partai yang menjadi actor dibalik pembakaran panji PAN tersebut. “Apabila terbukti, kader partai baik dari legislative maupun eksekutif menjadi actor dibalik pembakaran itu. Kami akan merekomendasi ke DPW hingga DPP PAN untuk pemberian sanksi tegas,” ujar Tamy.
Tamy menambahkan, karena menjadi motor penggerak aksi yang mencoreng nama baik PAN. Kemungkinan besar sanksi yang bakal dikenakan sampai pada pencabutan Kartu Tanda Anggota (KTA) PAN. “Bila perlu diberikan sanksi pemecatan . Kalau ada oknum anggota DPRD yang ikut terlibat sampai pada PAW(Pergantian Antar Waktu) dan pencabutan hak sebagai kader,”ucap politisi muda ini.
Tim Totabuanews