Shinta Paputungan: Perburuan Harta Karun Gaib Adalah Penyakit Masyarakat

0
362

TOTABUANEWS, KOTAMOBAGU –  Fenomena memburu harta karun dengan menggunakan perantara media gaib, secara tidak disadari menjadi rahasia umum di tengah masyarakat Bolmong Raya (BMR) sejak dulu hingga saat ini.

Hal itu, menarik perhatian penggagas komunitas WAP’s (Wanita-wanita Muda Peduli Sosial), Shinta Paputungan. Kepada media, dirinya mengatakan bahwa perburuan harta karun gaib tersebut adalah kegiatan orang-orang yang ingin kaya secara instan, tanpa harus bersusah payah.

“Kasian juga liatnya, jika masih ada masyarakat kita yang berambisi menjadi kaya tanpa harus bekerja keras,” ujarnya.

Dirinya menambahkan, bahwa hal tersebut merupakan salah satu bentuk penyakit masyarakat yang harus diperangi. “Dampaknya bisa syirik, kufur nikmat, dan dampak negatif lain yang bertentangan dengan agama,” katanya.

Sampai saat ini, kegiatan perburuan harta karun gaib tersebut masih terus dilakukan oleh komunitas-komunitas tertentu di Bolmong Raya. Mulai dari harta karun mantan presiden Soekarno, hingga Soeharto yang tidak jelas keberadaannya, sampai ke telinga masyarakat dengan beragam versi yang berbeda, serta dibumbui dengan kisah mitos dan misteri sebagai daya tarik.

“Pihak-pihak terkait harus mempelajari fenomena ini, dan melakukan bimbingan-bimbingan sosial kepada masyarakat awam,” ujar Wanita yang sehari-hari bekerja di Sekretariat DPRD Kota Kotamobagu ini kepada wartawan.

 

 

Tim Totabuanews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses