BKPP Tangani Kasus ‘Hugel’, Disdik Bolmong Tiga Laporan

0
192

TOTABUANEWS, BOLMONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolaang Mongondow (Bolmong), terus berupaya menegakkan disiplin kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini agar maksimal dan tidak terlibat dalam pelanggaran-pelanggaran kedisiplinan maupun pelanggaran lainnya.

Kepala Badan Kepegawaian, Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) Bolmong, Umarudin Amba, mengatakan. Saat ini ada beberapa kasus ASN yang sementara ditangani pihaknya, salah satunya kasus perselingkuhan.

“Saat ini kami menangani beberapa kasus ASN. Salah satunya perselingkuhan,” ujar Umarudin, Kamis (9/8/2018).

Dibeberkannya, kasus perselingkuhan yang sedang diproses dari Dinas Pendidikan (Disdik) Bolmong, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Perhubungan (Dishub)

“Disdik ada tiga kasus. Sedangkan sisanya ada dari DLH dan sisanya Dishub,” bebernya.

Dirinya menegaskan, bahwa setiap laporan yang masuk pasti akan ditindaklanjuti karena sudah mencoreng citra ASN Bolmong.

“Saya menduga kasus seperti ini ada banyak, tapi yang melapor hanya sedikit. Setiap laporan akan langsung di BAP sesuai jenjang,” katanya.

Dirinya juga berharap, bagi ASN untuk tidak melakukan pelanggaran yang nantinya berdampak pada karir dan masa depan pribadi.

“Jika hasil sidang kode etik dinyatakan bersalah, maka ada sanksi. Kalau memang terbukti, sanksi pemecatan menanti. Ini pun berlaku bagi eselon 2, karena kami tidak pandang bulu,” tutupnya.

Terpisah Kepala Disdik Bolmong, Renty Mokoginta saat diminta tanggapan terkait instansinya ada tiga kasus dugaan perselingkuhan yang sedang ditangani BKPP Bolmong, dia membantah hal tersebut.

Menurutnya bahwa laporan yang sudah masuk di Disdik Bolmong itu hanya ada satu kasus saja.

“Kalau tiga kasus itu tidak benar, karena saya terima laporan hanya laporan yakni guru honore asal Desa Solimandungan hanya itu, dan kasusnya juga sudah lama, ” kilahnya.

Peliput: Ebby Makalalag

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.