Jadi Kesenian Daerah, SGK Masuk Kurikulum

0
63
Penari SGK, Vicky Tegela (Foto: Neno Karlina/Totabuanews)

TOTABUAN.NEWS, KOTAMOBAGU – Setelah bahasa Mongondow, Senam Goyang Kotamobagu, yang telah ditetapkan sebagai kesenian daerah, berpotensi untuk dimasukkan ke dalam kurikulum. Hal ini dikatakan, Walikota Kotamobagu, Ir. Tatong Bara, usai perayaan acara puncak Peringatan Hari Anak Nasional, Senin (06/08/2018), di Lapangan Boki Hotinimbang.

“Ini hal yang baik, tidak menutup kemungkinan juga akan dimasukkan dalam kurikulum, karena ini merupakan satu jati diri kita. Siapa lagi yang menggunakannya kalau bukan kita. Perintah ini, lewat intruksi untuk menggantikan budaya yang sudah masuk, dengan budaya yang kita punya ini,” singkat Walikota.

Terpisah, salah seorang penari SGK, Vicky Tegela mengatakan, SGK memiliki simbol dan makna tersendiri.

“Iya, alhmdulilah SGK telah ditetapkan sebagai kesenian. Mudah-mudahan bisa sampai provinsi. Ini sangat bagus untuk mengenalkan lebih jauh budaya kita. Karna dalam setiap gerakan mengandung makna,” ungkapnya.

Dirinya melanjutkan, tingkat kesulitan SGK, hanya pada penyelarasan musik dan gerakan.

“Awalnya saja, karna baru dikenalkan. Apalagi musik dan gerakannya ada unsur budayanya. Itu saja sih kesulitannya,” pungkasnya.

Diketahui, berdurasi 5 menit, 25 detik, dan memiliki delapan variasi gerakan, SGK adalah perpaduan antara gerakan tarian di Bolaang Mongondow Raya (BMR), khususnya di Kotamobagu, yakni Tari Dana-Dana, Tari Tuitan, dan Tari Bogani.

Peliput: Neno Karlina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.