Sejumlah Kakek Dominasi Grup Musik Bambu Karinet Irama Bogani Kotamobagu

0
35

TOTABUAN.NEWS, KOTAMOBAGU – Beranggotakan 35 orang, grup Musik Bambu Kariner Irama Bogani, yang beralamatkan Kelurahan Poyowa Besar, Kecamatan Kotamobagu Timur ini, didominasi oleh kakek-kakek.

Pimpinan Musik Bambu, Bahludin Peasu, (foto: Neno Karlina/TotabuaNews).

Kepada TOTABUAN.NEWS, Bahludin Peasu, Pimpinan sekaligus pelatih grup musik ini mengatakan, anggota grup yang termuda adalah 20 tahun.

“Rata-rata lima puluh tahunan ke atas, yang paling tua, yakni 72 tahun. Dan memang rata-ratanya adalah lelaki,” kata Peasu, Selasa (21/08/2018).

Grup musik ini, lanjut Peasu, sudah ada sejak tahun 1963, dan masih terus bertahan sampai sekarang.

“Kami sering mengisi berbagai kegiatan, kadang diundang untuk mengisi acara kemerdekaan, kawinan dan bahkan natal. Lagu yang dibawakan, juga kami sesuaikan dengan acara,” ujar Peasu.

Musik bambu ini sendiri, tambah Peasu, terdiri dari 14 alat musik, dengan fungsi harmonisasi masing-masing.

“Ada yang namanya, Klarinet, suling kecil, suling besar, sexafhone, korno, sinar dram, dram besar, beleng, selo, ofertone, sentrabass, tubami, tubalos. Semua ini butuh latihan dan kesungguhan untuk bisa memainkan. Makanya, kami harus latihan setiap harinya,” jelas Peasu.

Dalam sekali main, grup ini memasang tarif yang beragam. Tergantung besar kecilnya acara yang diikuti.

“Kalau yang paling mahal, ya saat upacara kemerdekaan, itu bisa sampai Rp. 3.500.000,00 yang paling murah Rp. 1.500.000,00. Sebenarnya, tarif ini kalau untuk diri sendiri ini tergolong banyak, cuma kan harus dibagi lagi dengan 35 anggota lainnya. Belum lagi dengan dirijennya,” ungkap Peasu.

Dirinya berharap, Pemerintah Kota (Pemkot) bisa lebih memperhatikan keberlangsungan seni budaya termasuk grup musik bambu miliknya.

“Dulu memang kami sempat menerima kostum, tapi tidak selalu, mungkin 3 atau 4 tahun sekali. Saya berharap, karna musik bambu ini terbilang jarang, maka pemerintah bisa mengapresisasi dan memperhatikan honor pelatih seni budaya dan guru musik. Karna untuk musik bambu sendiri, pelatihnya hanya saya sendiri. Padahal kita butuh regenerasi,” pungkas Peasu.

Peliput: Neno Karlina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.