Tak Patah Semangat, Pria Tampan Ini Terus Kembangkan Potensi Pertanian Kotamobagu Lewat Kakao

0
188
Farid Potabuga

TOTABUAN.NEWS, KOTAMOBAGU – Muda, cerdas, dan visioner, tak berlebihan rasanya jika disematkan pada Farid Potabuga (29), lelaki tampan, asal Kelurahan Mongkonai, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu ini, berhasil menginspirasi kaum muda yang notabene merupakan generasi sembilanpuluhan, atau yang lebih dikenal generasi milenial, ketika mantap memilih profesi tani.

Mantan pesepak bola, yang kini merupakan Ketua Kelompok Tani (Poktan) Pemuda Mongkonai ini, saat ini tengah menjadikan farises Coklat, atau dalam bahasa latin Kakao, jadi fokus pengembangan potensi pertaniannya, setelah sebelumnya, juga telah menjadikan beberapa komuditas seperti cabe, dan bawang merah sebagai produksi unggulan kelompok taninya.

Farid menilai Kakao mempunyai prospek bagus dalam meningkatkan ekonomi para petani, apabila diseriusi dengan baik.

“Coklat yang kami kembangkan adalah jenis Sulawesi A, atau pengembangan dengan cara cangkok, atau sambung pucuk. Biasanya dengan cara seperti ini buahnya lebih besar, dan berkualitas, belum lagi masa panennya lebih cepat dibanding coklat lokal biasa,” kata Farid, Selasa (28/08/2018).

Menurut Farid, buah coklat jenis ini bisa dipanen hingga empat kali dalam sebulan. Sehingga banyak petani Kotamobagu, yang beralih ke tanaman coklat. “Sudah banyak petani yang menggarap tanaman ini, pencapatannya cukup bagus. Jika ditanam dari biji, biasanya dalam jangkqa dua tahun sudah bisa dipanen sedangkan dalam satu bulan itu bisa empat kali dipanen,” ujar Farid.

Sebelumnya, Pemerintah Kota melalui Dinas Perikanan, Pertanian dan Peternakan (Dispertanak) turut mendorong penuh, pengembangan tanaman coklat t.

“Tentu ini adalah tanaman yang bagus untuk dikembangkan guna meningkatkan hasil pertanian dan ekonomi para petani, sehingga pemerintah terus melakukan dorongan dengan memberikan beberapa bantuan dan fasilitas para petani,” kata Kepala Bidang Tanaman Pangan Holtikultura, Ramjan Mokoginta.

Sudah banyak warga Kotamobagu, lanjutnya, khususnya petani yang beralih ke tanaman ini. “Coklat mempunyai prospek yang bagus untuk dikembangkan, selain buahnya bisa dipanen empat kali dalam satu bulan, juga harga pasarnya yang cukup baik dan menguntungkan,” tutup Ramjan.

Peliput: Neno Karlina

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.