TOTABUAN.NEWS, KOTAMOBAGU – Sejumlah pedagang duren asal Tompaso mewarnai sepanjang jalan DC Manoppo, Kelurahan Matali, Kecamatan Kotamobagu Timur. Pantauan Totabuan.News, pedagang musiman ini, kerap menggunakan bahu jalan, dalam menjajakan jualannya pada malam hari.”Saya sudah hampir sebulan jualan. Pokoknya, selama musim duren di Tompaso,” kata salah seorang pedagang, Linus Julius (41), Kamis malam, (21/02/2019).
Menurutnya, Kotamobagu adalah lokasi strategis untuk dijadikan tempat jualan.”Hampir semuanya dari Tompaso. Kami jualan di sini, karena warga Kotamobagu rata-rata sangat menyukai buah ini. Sehingga tingkat pembeliannya juga tinggi.
Dirinya mengaku, berjualan di Kotamobagu, khususnya Matali, hampir setiap musim duren.”Setiap musim saja. Jadi hampir di setiap tempat ada, hanya saja, kalau jualan di sini (Matali), lebih mudah diliat dan diketahui. Apalagi, berdagang durian di sini, masih terbilang sangat menguntungkan,” pungkasnya.
Terpisah, Lurah Matali, Taufan Sombala, mengungkapkan, sudah kerap mengingatkan pedagang duren, agar tidak menggunakan bahu jalan.”Sebenarnya sudah beberapa kali kita ingatkan, tapi tetap masih ada saja, yang jualan di bahu jalan. Parahnya lagi, kalau yang jualannya, sudah di badan jalan. Walau memang, ada beberapa yang jualan di dalam kintal warga,” jelasnya, Jumat, (22/02/2019).
Diakuinya, aktifitas perdagangan ini, hingga kini, belum dimintakan retribusi, dari kelurahan. “Mungkin dengan pemilik kintal atau bagaimana. Yang jelas, tidak ada kontribusi kepada kelurahan, atau pun kami yang memintakan retribusi. Kami tidak menyoal proses perdagangannya selama tidak menyalahi aturan,” ujarnya.
Meski demikian, pihaknya akan segera melakukan rapat dengan Lembaga Permberdayaan Masyarakat (LPM), guna mengatasi hal ini.”Apakah ke depan, kita akan mintakan retribusi sampah, ataukah kita imbau masyarakat untuk membicarakannya lanjut. Karena ini musiman. Memang sudah mau habis musim, tapi tidak menutup kemungkinan, akan ada pada musim-musim berikutnya,” pungkasnya.
Peliput : Neno Karlina
