TNews, OPINI – Video Protes Harrison Ford Pemeran Indian Jones kembali viral pasca bencana alam Sibolga dan Sumbar soal kerusakan hutan akibat pembalakan liar yang sangat massif “bar-bar” di Indonesia saat berkunjung ke Indonesia belasan tahun lalu. Peringatan aktor terkenal tersebut, harusnya menjadi Sinyal Serius untuk Rencana Tambang Emas Bukit Sanggul di Seluma, Provinsi Bengkulu!
Air bah dari perut gunung menghantam Sibolga, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, dengan kekuatan yang sulit dicerna nalar. Hujan memang deras, tetapi publik melihat lebih dari sekadar cuaca: arus itu membawa potongan batang kayu berdiameter besar,jejak pembalakan liar yang sudah lama dibicarakan warga tetapi jarang disentuh penegakan hukum. Ketika hulu rusak, air hanya menjalankan sisa tugas yang tak ingin ia lakukan: merusak.
Korban manusia dan ternak pun berjatuhan. Rumah tenggelam dan hanyut. Mobil dan motor terseret banjir, Jalan-jalan terputus. Ekonomi kota mendadak berhenti seperti listrik yang diputus mendadak. Di tengah kekacauan itu, muncul kabar yang menyayat hati:
dua minimarket modern Alfamart dan Indomaret, diduga dijarah warga yang lapar?
Publik menyebut peristiwa itu bukan sebagai kriminal murni, melainkan sebagai ledakan keputusasaan. Suara-suara dari lapangan mengalir deras:
“Bantuan pemerintah belum turun.”
“Perut orang tak bisa menunggu konferensi pers.”
“Warga butuh makanan, bukan janji.”
Di tengah hiruk-pikuk bencana, jarak antara bertahan hidup dan melanggar aturan menjadi kabur. Ketika logistik tak kunjung datang, beberapa warga merangsek masuk ke minimarket yang porak-poranda diterjang banjir. Gambar rak-rak terbalik dan pintu yang rusak menjadi simbol paling telanjang tentang betapa cepat peradaban goyah ketika negara terlambat hadir.
Tak lama berselang, Sumatra Barat memanggungkan tragedi yang sepadan: banjir bandang dan longsor dari hulu yang rusak, menelan korban jiwa, memutus jalur ekonomi antar-daerah, dan memukul ratusan UMKM. Dua provinsi itu sama-sama memperlihatkan lingkaran setan yang dikenal publik:
hutan rusak → banjir hulu → korban manusia → ekonomi hancur → bantuan telat → chaos sosial.
Dan kini, bayang-bayang itu bergerak ke arah Seluma, Provinsi Bengkulu, tempat Bukit Sanggul sedang dibidik sebagai lokasi tambang emas. Warga Seluma memperhatikan berita dari Sibolga dan Sumbar bukan sebagai tontonan, tetapi sebagai pengingat paling pahit.
Suara publik di Bengkulu mulai menggema:
“Kalau hulu Sibolga rusak jadi bencana, kalau Sumbar hancur karena bukit diganggu, apa jadinya Seluma kalau Bukit Sanggul dibongkar tambang emas?”
Bukit Sanggul bukan sekadar punggung hijau. Ia adalah pengatur air, penahan longsor, penyeimbang ekologi, dan sabuk keselamatan bagi desa-desa di sekitarnya dan Kota Bengkulu. Seluma tak hanya berisiko mengalami banjir bandang jika bukit itu dibuka, juga berpotensi mengalami efek sosial serupa: chaos, kehilangan penghidupan, hingga potensi “kriminalitas” karena ekonomi lumpuh.
Opini publik kini mengarah ke satu kalimat yang tak lagi bisa dibisukan:
“Bencana bukan hanya air. Ia adalah akumulasi dari pembalakan liar, tambang yang dipaksakan, bantuan yang terlambat, dan manusia yang dibiarkan bertahan sendiri.”
Sibolga sudah memperlihatkan akibatnya.
Sumatra Barat memperkuat pesannya.
Seluma masih punya waktu untuk memilih.
Jangan biarkan Bukit Sanggul menjadi halaman berikut dari tragedi yang sudah kita saksikan.
Peringatan kerusakan hutan di Indonesia 12-13 tahun lalu Aktor Hollywood Pemeran Film Indiana Jones, Harrison Ford datang ke Indonesia pada September 2013 untuk syuting film dokumenter berjudul Years of Living Dangerously. Selama kunjungan tersebut, ia melakukan perjalanan ke beberapa lokasi seperti Riau dan Kalimantan Tengah, serta mewawancarai pejabat Indonesia, termasuk Presiden SBY dan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan.
Kunjungan dan syuting: Ford datang ke Indonesia untuk membuat film dokumenter tentang pemanasan global. Ia mengunjungi hutan di Tesso Nilo, Riau, dan hutan di Kalimantan Tengah untuk keperluan syutingnya. Ford protes pembalakan liar yang massif dan deforestasi penggundulan hutan yang cukup luas di Indonesia.*
Opini Publik Vox Populi VD






