Haul Ulama di Bunga Tanjung Jadi Ruang Menguatkan Spirit Iman di Tengah Arus Digital

oleh -276 Dilihat
Gambar: Suasana Haul Ulama di halaman Masjid Raudhatul Jannah, Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Betara, Senin, 13 November 2025. Nampak Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., hadir dan berinteraksi dengan jamaah. (Foto: Wanito).

TNews, BETARA — Senin sore di Desa Bunga Tanjung, Kecamatan Betara, udara lembap khas kawasan pesisir terasa berbeda. Ratusan jamaah memadati halaman Masjid Raudhatul Jannah yang disulap menjadi arena peringatan Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Syekh Muhammad Nawawi Berjan, dan Syekh Muhammad Ali Bin Syekh Abdul Wahab, 13 November 2025. Tampak jamaah dari berbagai desa berdatangan sejak siang, sebagian membawa keluarga, sebagian lain datang bersama rombongan majelis taklim.

Di tengah keramaian itu, Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., hadir dan mengikuti rangkaian acara hingga selesai. Tidak sekadar menghadiri, Anwar Sadat terlihat beberapa kali menyapa jamaah yang duduk berkelompok di halaman masjid. Pada kesempatan tersebut, ia juga menyerahkan bantuan senilai Rp5 juta untuk rehabilitasi Masjid Raudhatul Jannah—bantuan yang disambut hangat oleh pengurus masjid.

Dalam sambutan yang disampaikan tanpa teks, Anwar Sadat menekankan bahwa haul bukan sekadar acara tradisi, tetapi ruang untuk kembali menengok nilai keteladanan para ulama besar. Ia menyebut ajaran Syekh Abdul Qadir Al-Jailani sebagai contoh bagaimana ilmu, akhlak, dan keikhlasan bisa menyatu menjadi karakter utama seorang muslim.

“Kekuatan seorang hamba tidak ditimbang dari jabatan atau harta, tetapi dari keteguhan iman dan kesungguhan beramal,” ucapnya di hadapan jamaah yang sebagian mulai merapat ke depan panggung.

Dari pengamatan lapangan, beberapa jamaah tampak mengangguk mengikuti penjelasan bupati mengenai tantangan kehidupan digital. Ia menyebut bahwa teknologi memang memudahkan, namun juga bisa menggerus nilai kebersamaan jika tidak dibarengi kebijaksanaan dalam keluarga.

Pada momen itu, Anwar Sadat juga menyinggung peran istri sebagai figur penyeimbang keluarga di tengah maraknya budaya serba instan yang memengaruhi gaya hidup masyarakat. “Rumah tangga yang kuat justru lahir dari peran yang saling melengkapi,” tambahnya.

Selain pesan spiritual, sesi ceramah oleh Al-Mukarrom Ustadz Fakhrudin Nur dan Tuan Guru Abdul Hakim turut menghidupkan suasana. Keduanya mengajak jamaah meneladani para ulama yang berdakwah dengan ketulusan dan kedalaman ilmu—pesan yang tampak menyentuh para jamaah yang duduk hingga ke jalan desa.

Acara yang berlangsung hingga menjelang Magrib itu dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, ibu-ibu majelis taklim, serta warga dari berbagai dusun sekitar Betara. Kehadiran mereka membuat haul kali ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi ruang perjumpaan sosial dan spiritual yang mengikat kembali nilai keimanan dan kepedulian antarwarga.*

Peliput: Wanito

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *