TNews, JAMBI — Suasana Desa Lumahan tampak lebih ramai dari biasanya pada Sabtu, 29 November 2025. Sejak siang, warga dari berbagai dusun berdatangan menuju lokasi Majelis Taklim Al-Hidayah Cabang 16. Di tempat inilah peringatan haul para ulama besar—Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, Syekh Nawawi Berjan, Syekh Muhammad Ali bin Syekh Abdul Wahab—digelar bersama haul sejumlah tuan guru setempat.
Dari pantauan di lapangan, kegiatan berlangsung hangat dan penuh kekhusyukan. Lantunan selawat dan doa-doa para jamaah mengisi ruang utama sebelum acara dimulai. Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E., hadir langsung, menyapa warga satu per satu sebelum duduk bersama para tokoh agama.
Dalam sambutannya, Katamso menekankan bahwa haul bukan sekadar ritual tahunan, tetapi cara masyarakat menjaga hubungan batin dengan para ulama yang telah mewariskan ilmu dan keteladanan. Ia mengingatkan bahwa ajaran para ulama besar, termasuk Syekh Abdul Qodir Al-Jailani, menjadi dasar umat untuk memperbaiki akhlak dan memperdalam keimanan.
“Para ulama meninggalkan warisan yang tidak lekang oleh waktu. Bukan hanya ilmu, tetapi juga teladan hidup yang mengajarkan kesederhanaan dan keikhlasan,” ujar Katamso di tengah jamaah yang memenuhi tenda utama.
Selain berbicara tentang nilai keagamaan, Wabup juga memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan sejumlah perkembangan di Kecamatan Senyerang, termasuk program pencegahan stunting dan peningkatan pendidikan anak. Informasi tersebut disambut antusias warga yang selama ini menunggu kehadiran pemerintah secara langsung di tengah mereka.
Acara semakin hidup dengan kehadiran penceramah K.H. Fakhrudin Nur, yang menyampaikan tausiah mengenai pentingnya menjaga persatuan dan memelihara warisan ulama. Turut hadir Tuan Guru K.H. Abdul Hakim, S.Ag., Kepala Desa Lumahan, tokoh masyarakat, serta jamaah majelis taklim yang memadati lokasi hingga sore hari.
Peringatan haul ditutup dengan doa bersama dan silaturahmi antarwarga yang tampak enggan beranjak, menjadikan kegiatan ini bukan hanya ruang mengenang ulama, tetapi juga memperkuat persaudaraan di Desa Lumahan.*
Peliput: Wanito






