Doa Bersama di Mapolres Tanjab Barat untuk Korban Banjir dan Longsor

oleh -253 Dilihat
Gambar: Personel Polres Tanjab Barat melaksanakan Salat Gaib di Masjid Nur-Annisa, 4 Desember 2025. (Foto: Wanito).

TNews, KUALA TUNGKAL – Suasana Masjid Nur-Annisa di kompleks Mapolres Tanjung Jabung Barat, 4 Desember 2025 terasa lebih hening dari biasanya. Puluhan personel kepolisian, para perwira, hingga anggota Bhayangkari memenuhi saf, bersiap menunaikan Salat Gaib untuk korban bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

Dalam keheningan itu, kepedulian tampak nyata. Sejumlah anggota yang ditemui usai ibadah mengatakan, inisiatif ini muncul dari kegelisahan para personel yang mengikuti perkembangan bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera dalam beberapa hari terakhir. Banjir bandang dan longsor yang menewaskan ratusan orang dan membuat ribuan warga mengungsi menjadi alasan kuat bagi kepolisian daerah ini untuk mengirimkan doa dari jauh.

Sebelum ibadah dimulai, Kapolres Tanjab Barat menyampaikan pesan singkat namun sarat empati. Ia menegaskan bahwa tragedi yang terjadi di tiga provinsi tersebut bukan hanya duka bagi masyarakat setempat, tetapi juga bagi seluruh bangsa.

“Saudara-saudara kita kehilangan keluarga, rumah, dan rasa aman. Di sini, kami mungkin tak berada langsung di lokasi bencana, tapi doa dan kepedulian adalah bentuk solidaritas yang bisa kami kirimkan saat ini,” ujarnya.

Kapolres juga menyampaikan bahwa jajarannya akan terus menggerakkan dukungan, tidak hanya berupa doa tetapi juga bantuan materiil yang saat ini mulai dihimpun. Polres Tanjab Barat disebutnya tengah melakukan koordinasi dengan pihak terkait agar penyaluran bantuan dapat tepat sasaran.

Aksi doa bersama ini menjadi gambaran bagaimana kepedulian tidak dibatasi oleh jarak. Sejumlah anggota Bhayangkari yang ikut dalam kegiatan tersebut mengaku berharap langkah ini dapat memantik masyarakat luas untuk tetap menjaga semangat persatuan, terutama saat bencana melanda di berbagai wilayah.

Tragedi akhir tahun ini meninggalkan luka besar: korban jiwa mencapai ratusan, infrastruktur rusak, dan ribuan orang masih bertahan di posko pengungsian.*

Peliput: Wanito

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *