Kolintang Minahasa Resmi Mendunia, Gubernur Yulius Selvanus Terima Sertifikat UNESCO di Jakarta

oleh -564 Dilihat
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus ketika menerima sertifikat pengakuan UNESCO untuk Musik Kolintang Minahasa. (Foto : Ist)

TNews, Jakarta – Alat musik tradisional kebanggaan Sulawesi Utara, Kolintang, kini resmi menyandang status warisan budaya dunia. Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., secara langsung menerima Sertifikat Penetapan Kolintang sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) UNESCO di Museum Nasional, Jakarta, pada 2 Desember 2025.

Acara penyerahan sertifikat yang bersejarah ini juga dirangkaikan dengan penyerahan pengakuan UNESCO untuk Reog Ponorogo dan Kebaya, menandai hari penting bagi diplomasi kebudayaan Indonesia.

Sertifikat UNESCO diserahkan oleh Endah Thahjani Dwirini Retno Astuti, S.S., M.Phil., selaku Direktur Jenderal Diplomasi, Promosi, dan Kerjasama Kebudayaan, Kementerian Kebudayaan RI. Turut hadir dalam seremoni tersebut perwakilan dari Arsip Nasional RI, Kementerian Luar Negeri, serta komunitas budaya, PINKAN Indonesia, dan para seniman.

Pengakuan ini secara resmi mempertegas posisi Kolintang sebagai identitas budaya Minahasa yang memiliki nilai sejarah tinggi, keunikan musikal, dan kearifan lokal yang kini diakui secara global.

Dalam menerima kehormatan tersebut, Gubernur Yulius Selvanus didampingi oleh Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sulut, Dr. Franky Manumpil, serta Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Jani Niclas Lukas.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius Selvanus menyatakan bahwa penerimaan sertifikat UNESCO bukan hanya sekadar kebanggaan, melainkan sebuah amanah besar yang diemban oleh seluruh masyarakat Sulawesi Utara.

“Kolintang adalah suara Sulawesi Utara yang telah dikenal di panggung internasional. Pengakuan UNESCO ini menjadi modal besar untuk memperkuat posisi budaya Sulut dalam diplomasi global,” ujar Gubernur Yulius Selvanus.

Gubernur menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk terus menjaga momentum ini. Pemprov Sulut, kata beliau, akan berupaya keras untuk melindungi, mengembangkan, dan mewariskan Kolintang kepada generasi masa depan sebagai warisan yang tak ternilai.

Menyikapi status baru ini, Pemprov Sulawesi Utara berharap agar ruang tampil Kolintang semakin diperluas, baik di tingkat nasional maupun di kancah global.

Pemprov berkomitmen penuh untuk mendukung berbagai aspek pelestarian, termasuk yakni Pembelajaran dan Konservasi dengan Memastikan teknik memainkan dan membuat Kolintang tetap otentik. Pertunjukan dan Inovasi yakni dengan mendorong penampilan dan kreativitas baru tanpa meninggalkan nilai tradisional.

“Kami akan memastikan Kolintang semakin mengakar dalam kehidupan masyarakat dan memiliki daya saing sebagai salah satu ikon budaya utama Indonesia. Pengakuan ini adalah awal dari tanggung jawab kita untuk menjadikan Kolintang abadi di mata dunia,” tutup Gubernur Yulius Selvanus. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses