Mahasiswa Lombok Timur Galang Dana untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatra

oleh -160 Dilihat
Gambar: Mahasiswa dari berbagai kampus di Lombok Timur turun ke jalan menggalang dana untuk korban bencana Aceh dan Sumatra, Selasa 9 Desember  2025. — Foto: Zunnurain

TNews, LOMBOK TIMUR – Deretan spanduk dan kardus donasi terlihat memenuhi sejumlah titik di Lombok Timur ketika mahasiswa dari berbagai kampus turun langsung ke jalan mengajak masyarakat peduli terhadap korban bencana di Aceh dan Sumatra. Aksi solidaritas ini digerakkan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) wilayah Lombok Timur dan melibatkan lima kampus berbeda: IAI Hamzanwadi Pancor, Universitas Hamzanwadi, Institut Studi Islam Sunan Doe, STIKes Hamzar, dan Lombok Institute of Technology (LIT).

Pantauan IkNews, aksi yang dimulai sejak pagi itu tidak hanya berlangsung di jalan raya. Posko-posko bantuan juga didirikan di area kampus, sementara jalur digital dimanfaatkan untuk mengajak lebih banyak warga ikut berdonasi. Mahasiswa menyodorkan kotak sumbangan kepada para pengendara, sementara sebagian lainnya membagikan informasi ajakan donasi melalui media sosial.

Ketua Koordinator BEM SI Lombok Timur, Ristan Maulana, mengatakan bahwa aksi ini digelar sebagai respons cepat atas musibah yang menimpa warga Aceh dan Sumatra.

“Ini momentum bagi mahasiswa Lombok Timur untuk menunjukkan empati. Saudara-saudara kita sedang menghadapi cobaan berat, dan kami merasa terpanggil untuk turun membantu,” ujarnya.

Di tengah aksi, kolaborasi lintas kampus tampak begitu kuat. Ketua BEM IAI Hamzanwadi Pancor, Saefullah, menegaskan bahwa semangat kemanusiaan merupakan bagian dari nilai pendidikan yang mereka junjung.

“Mahasiswa kami selalu siap hadir saat ada saudara kita dilanda musibah. Gerakan ini bukan hanya simbolik, tapi benar-benar untuk membantu korban di Sumatra dan Aceh,” katanya.

Dukungan serupa datang dari BEM Universitas Hamzanwadi Pancor yang menilai solidaritas sebagai tanggung jawab moral mahasiswa.

“Ketika masyarakat di wilayah lain tertimpa bencana, mahasiswa tidak boleh tinggal diam. Ini soal kepedulian,” ujar perwakilan mereka.

Sementara itu, Ketua BEM Institut Studi Islam Sunan Doe melihat aksi tersebut sebagai bukti kekuatan kebersamaan.
“Kita mungkin tidak bisa menghapus duka para korban, tapi kebersamaan bisa meringankan beban mereka,” katanya.

Dari sisi kesehatan, Ketua BEM STIKes Hamzar menekankan pentingnya bantuan cepat.

“Korban bencana biasanya membutuhkan dukungan medis dan logistik dalam waktu singkat. Karena itu, kami merasa wajib terlibat,” jelasnya.

Adapun BEM Lombok Institute of Technology (LIT) menyoroti aspek penyaluran bantuan yang harus tepat sasaran. Mereka memastikan donasi yang terkumpul akan disalurkan melalui jaringan relawan yang terverifikasi.

Aksi kemanusiaan ini dijadwalkan berlangsung beberapa hari ke depan. BEM SI Lombok Timur mengajak masyarakat terus berpartisipasi, baik melalui donasi langsung maupun dukungan di ruang digital.

“Setiap rupiah dan setiap perhatian berarti bagi saudara-saudara kita di Aceh dan Sumatra,” tutup Ristan*

Peliput: Zunnurain

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *