PKB Kotamobagu Latih Kader Militan dan Ideologis

oleh -395 Dilihat
Gambar; Wakil Ketua DPW PKB Sulawesi Utara, dr. Weny Gaib, membuka secara langsung Sekolah Kader Perubahan PKB Kotamobagu, Selasa, 30 Desember 2025. (Foto : Muklas).

TNews, POLITIK – Suasana politik lokal di Kotamobagu tampak hidup Selasa (30/12/2025), saat Wakil Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sulawesi Utara, dr. Weny Gaib, memimpin secara langsung kegiatan Sekolah Kader Perubahan (SKP) di kediamannya. Kegiatan ini melibatkan jajaran Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PKB Kotamobagu dan menjadi sorotan karena mengedepankan pengkaderan berbasis ideologi dan kepemimpinan.

Dalam pantauan Totabuan News, Weny Gaib yang juga menjabat sebagai wali kota Kotamobagu, menekankan bahwa SKP bukan sekadar pelatihan politik biasa. Menurutnya, program ini bertujuan membentuk kader yang militan, ideologis, dan siap mengambil peran memimpin di masyarakat. “Kami membekali kader pemahaman ideologi, memperkuat basis partai, sekaligus meningkatkan kapasitas kepemimpinan. Mereka diharapkan bisa menjadi juru bicara PKB di akar rumput,” ujar Weny kepada awak media.

Kegiatan ini menghadirkan anggota legislatif PKB sebagai mentor, memberikan ruang bagi peserta belajar langsung dari pengalaman praktis politik. Weny menambahkan, pendekatan seperti ini membuat politik lebih mudah dipahami masyarakat. “Politik tidak lagi menakutkan, tapi menjadi alat untuk memperjuangkan kebaikan dan masa depan bangsa. Harapannya lahir kader-kader yang benar-benar menjadi agen perubahan bagi daerah dan Indonesia,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua DPC PKB Kotamobagu, Jusran Deby Mokolanot, menegaskan bahwa SKP merupakan bagian dari strategi DPW PKB Sulawesi Utara untuk menyiapkan kader berkualitas. Menurut Jusran, tujuan kegiatan ini lebih dari sekadar memenangkan kontestasi politik. “Kita harus hadir untuk melayani rakyat Kota Kotamobagu. Ini bukti bahwa PKB tidak hanya menang di pemilihan, tapi juga berkomitmen mensejahterakan masyarakat,” kata Jusran.

Kegiatan yang berlangsung santai namun serius ini juga menjadi momen penguatan solidaritas internal. Wenny menutup sambutannya dengan menegaskan rasa bangga kepada semua peserta. “Kita semua di sini satu pemikiran, satu visi-misi, dan satu kader. Ini yang membuat saya bangga,” ujarnya.*

Peliput: Muklas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *