Sorotan Akun FB Sary Papene: Dedikasi Guru di Desa Serasi Melawan Jalan Rusak, Jembatan Kritis, dan Keterlambatan Gaji

oleh -545 Dilihat
Screenshot Video Unggahan Akun Sary Papene di Facebook yang menggambarkan suka duka seorang Oemar bakti menuju tempat tugas di desa Serasi Dumoga Bolmong Sulawesi Utara

TNews, Bolmong Sulawesi Utara – Perjuangan pahlawan tanpa tanda jasa di daerah terpencil kembali menjadi perhatian publik setelah kisah memilukan mereka diunggah oleh akun Facebook Sary Papene yang dibagikan W.Kaparang warga desa Serasi, Selasa 02 Desember 2025.
Postingan ini menyoroti suka dan duka para tenaga pendidik di Sekolah Dasar (SD) Desa Serasi, Kecamatan Dumoga, Kabupaten Bolaangmongondow (Bolmong), yang setiap hari harus menghadapi akses infrastruktur yang hancur dan persoalan keterlambatan gaji.

Desa Serasi merupakan salah satu desa di Kecamatan Dumoga, kawasan yang dikenal sebagai lumbung pangan Bolmong. Lokasinya yang terletak di pedalaman, dikelilingi oleh perbukitan dan alam yang subur, menciptakan kontras yang tajam antara kekayaan alamnya dan minimnya infrastruktur yang memadai.

Mayoritas penduduk Desa Serasi menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perkebunan. Kehidupan warga sangat bergantung pada hasil bumi, dan desa ini sendiri lahir dan berkembang seiring dengan potensi lahan pertanian yang menjanjikan.

Mengenai asal muasal penduduk, Desa Serasi (yang disebut warga lokal sebagai lokasi Ikarat) adalah wilayah yang berkembang dari program perluasan pemukiman di era terdahulu. Oleh karena itu, penduduknya terdiri dari perpaduan yang harmonis, meliputi penduduk lokal Bolaang Mongondow dan masyarakat pendatang dari berbagai daerah yang berbondong-bondong karena tertarik dengan kesuburan tanahnya. Nama desa ‘Serasi’ sendiri mencerminkan harapan akan kehidupan yang selaras (harmonis) di tengah keberagaman asal-usul tersebut.

Ironisnya, semangat ‘Serasi’ dalam kehidupan warga tidak didukung oleh kondisi infrastruktur. Postingan Sary Papene secara jelas menunjukkan bahwa akses jalan menuju sekolah adalah tantangan terberat para guru:

Jalan Berlumpur dan Rusak Parah: Jalan utama desa didominasi oleh tanah berbatu dan lubang besar yang berubah menjadi lumpur tebal ketika musim hujan.
Kondisi ini membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sering kali terjebak atau mogok.

Jembatan vital yang menghubungkan Desa Serasi ke pusat kecamatan juga mengalami kerusakan parah, bahkan hampir ambruk. Struktur yang tidak layak ini memaksa para guru harus mempertaruhkan keselamatan diri setiap hari demi mengajar.

“Setiap hari kami harus berhati-hati, apalagi saat membawa barang atau peralatan mengajar. Ini bukan lagi soal efisiensi waktu, tapi soal nyawa,” demikian kurang lebih narasi yang terekam dari postingan Sary Papene, yang menyuarakan risiko harian para guru.

Selain perjuangan fisik di jalan, guru-guru di Desa Serasi juga menghadapi kendala kesejahteraan yang merusak semangat, yaitu keterlambatan pencairan gaji.

Keterlambatan ini, yang dikabarkan sering terjadi, menambah beban finansial bagi para guru yang sudah berkorban besar waktu dan tenaga.
Di balik semua duka tersebut, para guru tetap menemukan sumber energi yang tak ternilai. Postingan Sary Papene menegaskan bahwa senyum dan semangat belajar anak-anak Desa Serasi adalah motivasi utama mereka.
“Semangat anak-anak adalah alasan kami tetap bertahan. Melihat antusiasme mereka belajar, kami seolah lupa dengan semua kesulitan di jalan,” tutur ibu guru, menggambarkan betapa tulusnya dedikasi para guru.
Melalui postingannya, terkandung maksud Sary Papene untuk mendesak Pemerintah Kabupaten Bolmong, untuk segera memprioritaskan perbaikan jalan dan jembatan di Desa Serasi agar akses pendidikan tidak lagi terhambat. Mereka juga memohon agar proses administrasi terkait penggajian dapat diperlancar dan dicairkan tepat waktu.

Kisah guru-guru di Desa Serasi adalah sebuah teguran keras bagi pemerintah dan pengingat bahwa di pelosok negeri, pendidikan tetap berjalan berkat dedikasi guru yang berjuang, meski fasilitas dasar tidak mendukung pengorbanan mereka. (mt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses