TNews, TEGAL – Kawasan Wisata Guci di Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal kembali diterjang banjir bandang pada Sabtu dini hari (24/01/2026). Musibah ini terjadi hanya sebulan setelah kawasan Pancuran 13 diperbaiki akibat bencana sebelumnya.
Sejumlah infrastruktur vital, termasuk jembatan penghubung utama ke pemandian air panas, rusak berat. Aktivitas wisata dan mobilitas warga pun terganggu. Plh. Bupati Tegal, Ahmad Kholid, bersama jajaran Forkopimda langsung meninjau lokasi terdampak.
“Kami sangat prihatin. Jembatan di Curug Jedor dan Pancuran 13 hilang. Untuk sementara kawasan ditutup demi keselamatan semua,” ujar Ahmad Kholid. Pemkab Tegal memutuskan menutup sementara Pancuran 13 dan Pancuran 5, serta menggratiskan tiket masuk selama pemulihan.
Untuk menjaga akses warga, pemerintah menyiapkan pembangunan jembatan Bailey sebagai jalur alternatif. Sementara itu, Polres Tegal memastikan tidak ada korban jiwa, meski kerusakan material cukup besar.
Hujan deras sejak 22 Januari memicu banjir dalam dua gelombang, menurut warga setempat. Ketua RT Suritno menuturkan, gelombang pertama terjadi pukul 23.30 WIB, dan gelombang kedua yang lebih besar sekitar pukul 01.30 WIB. “Air baru mulai surut pukul 02.30 WIB, meski hujan masih turun deras,” kata Suritno.
Selain jembatan, ekskavator, lapak pedagang, pagar sungai, dan jaringan pipa air bersih juga rusak atau hanyut. Saat ini, Pemkab Tegal terus melakukan penanganan darurat sambil menunggu arahan Bupati Tegal untuk langkah jangka menengah dan panjang. (Agung)






