Investasi Pasar Modal Jadi Strategi Hadapi Tantangan Finansial 2026

oleh -94 Dilihat
Gambar: Investasi Pasar Modal Jadi Strategi Hadapi Tantangan Finansial 2026.

TNews, JAKARTA – Memasuki awal tahun 2026, banyak masyarakat menata ulang resolusi finansial, mulai dari menabung lebih disiplin hingga menyiapkan dana pendidikan dan pensiun. Namun, dari hasil pantauan di beberapa kalangan, tak sedikit resolusi ini kandas seiring waktu karena kurangnya strategi pengelolaan keuangan yang matang.

Hasil wawancara dengan beberapa pakar menunjukkan bahwa menabung saja kini tidak cukup menghadapi dinamika ekonomi yang cepat. Inflasi yang terus terjadi membuat daya beli masyarakat menurun. “Uang yang hanya disimpan tanpa strategi investasi berisiko kalah dengan kenaikan biaya hidup dan kebutuhan mendesak di masa depan,” kata seorang analis keuangan yang enggan disebutkan namanya.

Sebagai alternatif, pasar modal menjadi pilihan menarik untuk mengelola aset secara produktif. Melalui instrumen yang tersedia, masyarakat bisa menyesuaikan investasi dengan jangka waktu dan profil risiko masing-masing. Para investor dapat memanfaatkan pasar modal untuk menumbuhkan kekayaan pribadi sekaligus mendorong pertumbuhan perusahaan di Indonesia.

Pantauan lapangan menunjukkan bahwa banyak individu mulai memahami pentingnya perencanaan keuangan berbasis tujuan. Investasi konsisten yang dilakukan secara terukur memiliki potensi imbal hasil di atas inflasi, sehingga daya beli dapat terjaga. Namun, para pakar menekankan bahwa investasi bukanlah ajang untuk keuntungan cepat. Diperlukan pemahaman mendalam, perencanaan matang, dan disiplin tinggi.

Tahun ini, tantangan ekonomi diperkirakan masih akan dipengaruhi oleh ketidakpastian global, akselerasi teknologi, serta transformasi sektor industri. Namun, peluang tetap terbuka bagi investor yang mampu menempatkan dana pada perusahaan inovatif dan berkelanjutan.

Di sisi lain, edukasi pasar modal menjadi kunci agar resolusi finansial dapat terealisasi. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), sepanjang 2025 pihaknya telah menyelenggarakan 29.474 kegiatan literasi dan sosialisasi, yang diikuti lebih dari 2,8 juta peserta secara langsung, serta 17.575 kegiatan daring dengan jangkauan lebih dari 24 juta peserta di seluruh Indonesia.

BEI menekankan bahwa pemahaman terhadap legalitas produk, mekanisme risiko, dan kesadaran terhadap tawaran investasi tidak masuk akal adalah fondasi bagi setiap calon investor. Program edukasi, baik daring maupun luring, termasuk Sekolah Pasar Modal, menjadi sarana bagi masyarakat untuk mengenal pasar modal secara praktis dan aplikatif.

Berdasarkan pantauan di kantor-kantor perwakilan BEI dan sejumlah galeri investasi, masyarakat kini lebih antusias untuk membuka rekening efek dan mulai menempatkan dananya di pasar modal. “Ini bukan soal spekulasi, tapi perjalanan panjang untuk membangun ketahanan finansial,” ujar seorang peserta edukasi pasar modal di Jakarta.

Dengan pendekatan yang tepat, pemanfaatan pasar modal diyakini dapat membantu masyarakat membangun kebiasaan finansial yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus menjaga daya beli di tengah ketidakpastian ekonomi global dan domestik.*

Peliput: Nanda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *