TNews, TANJUNG JABUNG BARAT — Capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Kabupaten Tanjung Jabung Barat menjadi sorotan dalam rapat internal yang digelar di Gedung Perpustakaan dan Kearsipan daerah, Kamis (29/1/2026). Sejumlah perangkat daerah duduk bersama untuk membaca ulang posisi literasi masyarakat sekaligus merumuskan langkah perbaikan ke depan.
Rapat tersebut dipimpin Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat, Katamso. Dari pantauan di lokasi, diskusi tidak hanya berfokus pada angka IPLM, tetapi juga pada persoalan mendasar rendahnya minat baca dan belum meratanya akses literasi, terutama di tingkat desa dan sekolah.
Katamso menilai, literasi masih kerap dipahami sebatas aktivitas membaca, padahal dampaknya lebih luas terhadap kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah daerah mulai menyiapkan langkah struktural agar literasi hadir lebih dekat dengan masyarakat.
“Penguatan literasi harus masuk sampai ke ruang-ruang kecil. Perpustakaan dan pojok baca tidak cukup hanya di pusat kota, tapi juga di desa, kelurahan, hingga lingkungan sekolah,” ujarnya dalam rapat tersebut.
Menurutnya, dalam waktu dekat akan ada instruksi kepala daerah yang mendorong penguatan fasilitas baca di berbagai lini, termasuk satuan pendidikan dasar. Dinas Pendidikan juga diminta menyesuaikan kebijakan di tingkat SD dan SMP agar gerakan literasi tidak berhenti sebagai program formal.
Sejumlah peserta rapat menyampaikan bahwa peningkatan IPLM tidak bisa dibebankan pada satu instansi saja. Perlu kerja bersama lintas perangkat daerah, mulai dari pengelolaan fasilitas, pendampingan masyarakat, hingga penyediaan bahan bacaan yang relevan.
Evaluasi IPLM ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Tanjab Barat untuk memastikan kebijakan literasi tidak berhenti pada perencanaan, tetapi berdampak langsung pada kebiasaan belajar dan membaca masyarakat, khususnya generasi muda.*
Peliput: Wanito






