Mahasiswa Ditemukan Tewas Usai Malam Hiburan di Sei Bingai

oleh -45 Dilihat
Gambar: Jenazah seorang mahasiswa berinisial COT (25) disemayamkan di rumah duka di Dusun III Desa Purwobinangun, Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat, Sabtu, 17 Januari 2026. Foto: ND.

TNews, SUMUT – Seorang mahasiswa berusia 25 tahun ditemukan meninggal dunia setelah sempat tak sadarkan diri usai menghabiskan malam bersama rekan-rekannya di Kecamatan Sei Bingai, Kabupaten Langkat. Peristiwa ini pertama kali diketahui aparat kepolisian pada Sabtu sore, 17 Januari 2026.

Kapolsek Sei Bingai AKP Endramawan Sitepu menerima informasi sekitar pukul 17.00 WIB mengenai adanya seorang pria yang telah meninggal dunia di Desa Purwobinangun. Menyikapi laporan tersebut, polisi langsung bergerak melakukan penyelidikan ke lokasi rumah duka.

Dipimpin Kanit Reskrim Ipda Sukadi bersama sejumlah personel, petugas mendatangi rumah korban di Dusun III Desa Purwobinangun. Saat tiba, jenazah diketahui telah disemayamkan oleh pihak keluarga. Korban berinisial COT (25), seorang mahasiswa yang berdomisili di desa tersebut.

Dari hasil penelusuran awal dan keterangan dua orang saksi, RE dan JS, polisi memperoleh kronologi kejadian sebelum korban meninggal dunia. Pada Jumat malam, 16 Januari 2026, sekitar pukul 23.00 WIB, korban bersama empat temannya menghadiri pesta ulang tahun yang berlangsung di sekitar rumah korban.

Menjelang tengah malam, korban dan rekan-rekannya diketahui mengonsumsi minuman keras. Sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, mereka kemudian berpindah ke salah satu tempat hiburan malam di Dusun Ban Rejo, Desa Purwobinangun. Di lokasi tersebut, aktivitas konsumsi minuman keras kembali berlanjut.

Sekitar pukul 04.00 WIB, saksi RE melihat korban dalam posisi duduk dan tidak merespons. Saat didekati, korban terlihat diam dengan kondisi mulut mengeluarkan busa. Menyadari kondisi tersebut, RE dan JS segera membawa korban ke Klinik Basana di Dusun Pasar Pinter.

Namun, setibanya di klinik, petugas medis menyarankan agar korban segera dirujuk ke RSU Djoelham Binjai. Korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 04.30 WIB dalam kondisi tidak sadar namun masih bernapas. Meski sempat mendapat penanganan medis, nyawa korban tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 05.00 WIB.

Sekitar satu jam kemudian, jenazah dibawa kembali oleh pihak keluarga ke rumah duka untuk disemayamkan. Pihak kepolisian yang datang melakukan penyelidikan lanjutan tidak menemukan adanya keberatan dari keluarga. Keluarga korban menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.

Hingga saat ini, polisi mencatat peristiwa tersebut sebagai kematian tanpa unsur pidana berdasarkan keterangan saksi dan pernyataan resmi keluarga.*

Peliput: ND

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *