TNews, Bolsel Sulawesi Utara – Suasana haru dan optimisme menyelimuti Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) pada Jumat (13/2/2026). Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, secara resmi menyerahkan kunci Rumah Hunian Tetap (Huntap) kepada para pengungsi terdampak erupsi Gunung Ruang yang kini menjalani program relokasi.
Penyerahan kunci ini menjadi simbol berakhirnya masa ketidakpastian di pengungsian dan dimulainya kehidupan baru yang lebih aman serta layak bagi warga relokasi tersebut.

Dalam sambutannya, Gubernur Yulius menekankan bahwa kehadiran pemerintah tidak berhenti pada masa tanggap darurat, melainkan hingga memastikan pemulihan jangka panjang bagi warga terdampak.

“Hari ini yang kami serahkan bukan sekadar kunci rumah, tetapi penyerahan harapan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen memastikan para pengungsi Gunung Ruang dapat kembali menjalani kehidupan yang aman, tenang, dan sejahtera di tempat yang baru,” ujar Gubernur Yulius.
Hunian tetap yang diserahkan tidak hanya berupa bangunan rumah, melainkan sebuah kawasan pemukiman terpadu yang telah dilengkapi fasilitas dasar sesuai standar kelayakan, di antaranya:
- Pendidikan dan Kesehatan disediakan fasilitas Sekolah dan Puskesmas.
- Sosial dan Religi disediakan Rumah ibadah, Balai Desa dan area olahraga.
- Ekonomi disediakan Tambatan perahu guna mendukung mata pencaharian warga yang mayoritas nelayan.
Gubernur juga memberikan pesan menyentuh terkait integrasi sosial. Beliau meminta masyarakat lokal Bolsel untuk menyambut hangat warga relokasi dari Sitaro yang akan menetap di sana.

“Masyarakat Bolsel, mari kita terima saudara-saudara kita dari Sitaro yang akan tinggal di Huntap ini. Mari kita jaga dan rawat lingkungan ini bersama-sama sebagai satu keluarga besar Sulawesi Utara,” tambahnya.

Keberhasilan percepatan pembangunan Huntap ini merupakan hasil kolaborasi solid antara Pemerintah Pusat, Pemprov Sulut, Pemkab Bolsel, Pemkab Sitaro, serta TNI/Polri.
Acara bersejarah ini turut dihadiri oleh Ketua TP-PKK Sulut Ny. Anik Yulius Selvanus, jajaran Forkopimda, perwakilan Kementerian terkait, serta para tokoh masyarakat setempat. (mt/*)









