TNews, SIMALUNGUN – Malam yang semula diisi gelak tawa di sebuah kafe di Nagori Pulo Bayu, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun, berubah menjadi tragedi berdarah. Seorang pria, Chu Wen Lee Simanjuntak (37), meregang nyawa setelah kepalanya dipukul botol bir oleh rekannya sendiri, BS (42), hanya karena salah paham soal kunci sepeda motor.
Peristiwa itu terjadi di Cafe Situmorang, Selasa (10/2/2026) sekitar pukul 23.30 WIB. Berdasarkan penelusuran wartawan di lapangan, malam itu korban datang bersama pelaku dan seorang saksi. Mereka duduk satu meja, memesan tuak dan beberapa botol bir. Situasi awalnya tampak biasa.
Namun menjelang dini hari, sekitar pukul 01.30 WIB Rabu (11/2/2026), suasana berubah tegang. Korban menanyakan kunci sepeda motornya kepada pelaku. Entah bagaimana, pertanyaan itu memicu emosi BS. Padahal, menurut hasil penyelidikan, kunci motor tersebut ternyata berada pada korban sendiri.
Tanpa banyak bicara, pelaku mengambil botol bir berwarna hitam yang masih berisi sebagian, lalu menghantamkannya ke kepala kiri korban. Botol pecah. Darah mengucur dari kepala korban. Pemilik kafe sempat melerai dan meminta korban pulang.
Dalam kondisi terluka, korban tetap memaksakan diri mengendarai sepeda motornya meninggalkan lokasi. Diduga karena pendarahan di kepala, korban kehilangan kesadaran di perjalanan.
Pagi harinya sekitar pukul 06.50 WIB, warga menemukan sepeda motor Honda Revo BK 6160 LT milik korban tergeletak rusak di bahu jalan Huta III Pulo Bayu. Kendaraan itu menabrak tebing tanah di pinggir parit. Namun tubuh korban belum ditemukan.
Baru sekitar pukul 16.00 WIB, jasad korban ditemukan warga di aliran Bondar Sipangan Bolon, tak jauh dari lokasi sepeda motornya. Polisi dari Polsek Tanah Jawa bersama tim Inafis turun ke lokasi melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Djasamen Saragih untuk autopsi.
Hasil autopsi menyimpulkan korban mengalami pendarahan di kepala akibat benturan keras. Polisi menduga kuat luka tersebut berasal dari pukulan botol bir yang dilakukan tersangka beberapa jam sebelumnya. Dalam kondisi terluka dan kehilangan kesadaran, korban terjatuh ke aliran air hingga akhirnya meninggal dunia.
Tak butuh waktu lama, petugas berhasil mengamankan BS di rumahnya pada hari yang sama. Dari tangan tersangka, polisi menyita pecahan botol bir dan sepeda motor korban sebagai barang bukti. Kini, BS ditahan di Polsek Tanah Jawa dan dijerat dengan pasal pembunuhan.
Warga sekitar mengaku tak menyangka peristiwa itu berujung maut. “Awalnya cuma ribut kecil soal kunci motor,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya.
Kasus ini menambah daftar panjang tindak kekerasan yang dipicu persoalan sepele dan emosi sesaat. Sementara itu, keluarga korban masih berduka atas kepergian pria yang meninggalkan seorang istri tersebut. Polisi menyatakan berkas perkara tengah dirampungkan untuk dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.*
Peliput: Nanda






