
TNews, Manado Sulawesi Utara – PT Bank SulutGo (BSG) resmi menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) untuk tahun buku 2025 pada Selasa (10/2/2026). Bertempat di Ballroom Kantor Pusat BSG, pertemuan strategis ini dihadiri langsung oleh jajaran pemegang saham utama serta jajaran direksi.

Hadir dalam rapat tersebut Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE sebagai Pemegang Saham Pengendali (PSP), didampingi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail, serta perwakilan dari PT Mega Corpora. Seluruh kepala daerah dari wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo juga tampak hadir memberikan dukungan bagi arah kebijakan bank ke depan.

Dalam pertemuan tersebut, BSG menetapkan beberapa poin krusial yang akan menjadi peta jalan perusahaan seperti :
- Rencana Bisnis Jangka Menengah dengan melaksanakan Penyusunan strategi untuk periode 2026 hingga 2028.
- Pengelolaan Laba yakni melaksanakan Penentuan pembagian dividen serta alokasi laba bersih untuk memperkuat struktur modal.
- Tanggung Jawab Sosial yakni dengan Penetapan anggaran CSR dan inisiatif keuangan berkelanjutan untuk tahun 2026.
- Audit & Permodalan dilaksankan dengan cara Pemberian mandat kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Kantor Akuntan Publik (KAP) serta pengesahan dana setoran modal.

Berdasarkan laporan kinerja sepanjang tahun 2025, BSG mencatatkan pertumbuhan yang sangat positif di tengah dinamika ekonomi:
| Indikator Keuangan | Capaian (2025) | Pertumbuhan (YoY) |
| Total Aset | Rp23,6 Triliun | 12,13% |
| Laba Bersih | Rp281 Miliar | 26,6% |
Direktur Utama BSG, Revino Pepah, mengungkapkan bahwa laba bersih tahun 2025 merupakan pencapaian tertinggi bank dalam kurun waktu enam tahun terakhir. Meski demikian, ia menekankan pentingnya perbaikan berkelanjutan.
“Kami tetap fokus membenahi kekurangan di tahun 2026 melalui diversifikasi bisnis, ekspansi kredit yang berkualitas, serta optimalisasi biaya demi menjaga keberlangsungan rencana bisnis bank,” ujar Revino.

Sejumlah kepala daerah, termasuk Gubernur Gorontalo dan beberapa Bupati dari Minahasa Utara hingga Sangihe, turut memberikan masukan kritis. Mereka mendorong BSG untuk lebih agresif dalam memajukan produk digital dan memperketat tata kelola perusahaan agar mampu bersaing di kancah perbankan nasional. (mt/*)











