TNews, BINJAI — Penggeledahan sebuah rumah yang diduga menjadi gudang penyimpanan narkoba di Lingkungan X, Kelurahan Cengkeh Turi, Kecamatan Binjai Utara, Minggu pagi, 22 Februari 2026, menyisakan tanda tanya. Aparat menyatakan tidak menemukan narkotika, namun kepala lingkungan setempat mengaku melihat bungkusan yang diduga berisi ratusan butir pil ekstasi.
Rumah yang digeledah diketahui milik pasangan suami istri berinisial TJ dan YN, berada di Jalan Petani, Lingkungan X. Sejak pagi, warga sekitar dikejutkan dengan kedatangan sedikitnya tiga mobil petugas dari Polres Deli Serdang.
Kepala Lingkungan (Kepling) X, Syamsul, mengatakan dirinya diminta mendampingi proses penggeledahan. Di dalam rumah utama, ia melihat adanya sisa sabu yang disebut bekas pakai. Namun, menurutnya, tidak ada temuan lain di ruangan tersebut.
Pemeriksaan kemudian berlanjut ke bangunan gudang yang berdempetan dengan rumah. Di lokasi inilah Syamsul mengaku melihat sebuah kotak berisi bungkusan plastik besar yang mencurigakan.
“Yang di dalam tisu ada sembilan butir. Kalau yang di dalam kotak itu saya tidak tahu jumlah pastinya. Waktu diangkat polisi, mereka bilang ‘ini ada-ada’. Tapi saya tidak diizinkan melihat lebih dekat,” ujar Syamsul saat ditemui wartawan, Senin (23/2/2026).
Penggeledahan ini disebut sebagai pengembangan dari penangkapan seorang pria berinisial PT di ruas jalan tol wilayah Deli Serdang. PT diamankan dengan barang bukti sabu seberat dua kilogram. Informasi yang dihimpun, PT merupakan pensiunan TNI dan disebut-sebut memiliki kedekatan dengan seorang narapidana di Lapas Kelas I Medan berinisial ST.
Namun, keterangan berbeda disampaikan Kasat Narkoba Polres Deli Serdang, Kompol Dr. Fery Kusnadi. Saat dikonfirmasi sejumlah wartawan, ia membantah adanya barang bukti narkotika yang diamankan dari penggerebekan rumah di Binjai Utara tersebut.
“Tidak benar ada narkoba yang kami amankan,” ujarnya singkat.
Pernyataan itu bertolak belakang dengan kesaksian kepala lingkungan yang mengaku melihat langsung bungkusan diduga berisi pil ekstasi. Perbedaan versi ini memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai transparansi penanganan kasus tersebut.
Sejumlah warga yang enggan disebutkan namanya berharap aparat membuka secara jelas hasil penggeledahan agar tidak menimbulkan spekulasi liar. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan lanjutan terkait status temuan di gudang tersebut maupun hasil uji laboratorium terhadap barang yang diamankan petugas. (Nanda)






