Hadapi Era AI, Menaker Dorong Pekerja Tingkatkan Keterampilan

oleh -23 Dilihat
Gambar: Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan arahan terkait upskilling dan reskilling pekerja dalam menghadapi disrupsi AI dan robotik di dunia kerja, saat menghadiri Tasyakuran HUT ke-53 KSPSI dan Harpekindo Purwakarta, Sabtu, 21 Februari 2026. Foto : Biro Humas Kemnaker.

TNews, JAKARTA – Gelombang disrupsi akibat kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi robotik mulai dirasakan di berbagai sektor industri. Di tengah tantangan ini, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak serikat pekerja dan buruh untuk memperkuat program pelatihan ulang (reskilling) dan peningkatan keterampilan (upskilling) agar tenaga kerja Indonesia tetap kompetitif.

Dalam kesempatan Tasyakuran HUT ke-53 Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) dan Hari Pekerja Indonesia (Harpekindo) di Purwakarta, Menaker menekankan prinsip “no one left behind” atau tidak ada pekerja yang tertinggal.

“Saya yakin dengan kebersamaan dan kolaborasi, kita siap menghadapi perubahan ini. Perubahan atau disrupsi apa pun di industri tidak boleh membuat pekerja tertinggal, di-PHK, atau termarginalkan,” ujar Yassierli, Sabtu (21/2/2026).

Menaker menjelaskan bahwa prinsip tersebut diwujudkan melalui aksi nyata, salah satunya dengan menggandeng serikat pekerja untuk menjalankan program pelatihan. Tahun lalu, Kemnaker telah melatih 700 ahli produktivitas dan menyelenggarakan pelatihan K3 di lebih dari 63 titik, melibatkan perwakilan serikat pekerja.

Selain itu, Menaker mendorong agar SP/SB aktif memanfaatkan 42 balai pelatihan milik Kemnaker yang tersebar di seluruh Indonesia. “Tantangan masa depan hanya bisa dijawab melalui upskilling dan reskilling, sesuai kebutuhan industri yang terus berkembang,” tambahnya.

Menaker juga menyoroti peluang green jobs sebagai respons transformasi ekonomi hijau. Ia menekankan pentingnya menyiapkan tenaga kerja dengan kompetensi baru yang relevan melalui langkah-langkah terukur.

Para peserta tasyakuran tampak antusias menyambut seruan Menaker. Beberapa perwakilan serikat buruh menilai program upskilling dan reskilling menjadi kunci agar tenaga kerja tidak hanya bertahan, tetapi juga mampu bersaing di era digital yang bergerak cepat.*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *