TNews, KENDAL – Pelaksanaan TMMD Reguler ke-127 Kodim 0715/Kendal di Desa Gedong, Kecamatan Patean, memasuki pekan ketiga dengan progres yang terus bergerak. Sejak dibuka pada 10 Februari 2026, sasaran fisik maupun nonfisik dikerjakan terpadu oleh satgas bersama warga.
Di lapangan, pengerjaan rabat beton sepanjang 1.100 meter menjadi fokus utama. Jalan yang sebelumnya berbatu dan licin saat hujan kini mulai terlihat rata. Selain itu, rehab mushola, rumah tidak layak huni (RTLH), jambanisasi, serta pengeboran sumur air bersih juga berjalan bertahap.
Ketua DPRD Kendal, Mahfud Shodiq, turun meninjau kegiatan tersebut. Ia menilai pola pembangunan melalui TMMD terbukti lebih efisien karena melibatkan gotong royong antara TNI dan masyarakat.
“Yang kami lihat di sini, kolaborasi ini membuat anggaran lebih efektif. Pekerjaan bisa maksimal karena ada kebersamaan antara TNI dan warga. Dari sisi pendanaan juga harus akuntabel dan tidak ada persoalan hukum. Intinya pembangunan jalan terus berjalan,” ujar Mahfud di sela kunjungan, Rabu (25/2/2026).
Menurutnya, dukungan legislatif terhadap program terpadu seperti TMMD penting agar pemerataan infrastruktur di wilayah yang belum tersentuh pembangunan bisa dipercepat.
Komandan Kodim 0715/Kendal selaku Dansatgas TMMD, Letkol Inf Bagus Setyawan, menjelaskan program berlangsung selama 30 hari, mulai 10 Februari hingga 11 Maret 2026.
“Ada kegiatan fisik seperti rabat beton 1.100 meter, rehab mushola, RTLH, jambanisasi, dan sumur bor air bersih. Untuk nonfisik, kami laksanakan penyuluhan stunting, bahaya narkoba, wawasan kebangsaan, edukasi, pelayanan administrasi kependudukan, hingga rencana pasar murah menjelang Lebaran,” jelasnya.
Ia menambahkan, keterlibatan warga menjadi kunci percepatan pekerjaan. Setiap hari masyarakat terlibat langsung dalam pengangkutan material hingga proses pengecoran.
Sementara itu, Bupati Kendal, Hj Dyah Kartika Permanasari, menyebut TMMD memberi dampak nyata bagi Desa Gedong.
“Ini kegiatan terpadu antara TNI dan pemerintah daerah dalam pemerataan pembangunan. Selain infrastruktur, yang tak kalah penting adalah memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dan membangkitkan kembali semangat gotong royong,” tegasnya.
Dengan sisa waktu pelaksanaan yang ada, seluruh pihak optimistis target fisik maupun nonfisik dapat rampung sesuai jadwal, sekaligus memberi manfaat jangka panjang bagi warga desa. (Agung)





