Koordinator Staf Khusus Gubernur Sulut Berang !, Tegaskan Dugaan Pelecehan Oknum DD Murni Masalah Pribadi

oleh -106 Dilihat
Ferdinand Mewengkang Koordinator Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara. (Foto : Ist)

“Ferdinand bahkan mendukung adanya sanksi administratif maupun tindakan tegas dari Gubernur terhadap oknum tersebut. Ia menilai perbuatan DD tidak bisa ditoleransi karena telah mencederai kepercayaan publik”

TNews, Manado – Koordinator Staf Khusus Gubernur Sulawesi Utara, Ferdinand Mewengkang, angkat bicara terkait isu miring yang menyeret salah satu anggotanya.

Dia menegaskan bahwa dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum berinisial DD adalah tindakan personal dan sama sekali tidak ada hubungannya dengan posisi maupun kebijakan Gubernur Sulawesi Utara.

Ferdinand menekankan bahwa perilaku tersebut adalah pelanggaran moral pribadi yang tidak boleh dikaitkan dengan pimpinan daerah.

Dalam keterangannya pada Minggu (1/2/2026), Ferdinand menyatakan keberatannya atas pemberitaan yang mencoba menghubungkan perilaku tidak terpuji tersebut dengan nama Gubernur.

Menurutnya, jabatan Staf Khusus seharusnya berfungsi sebagai representasi positif pemerintah di tengah masyarakat.

“Tindakan oknum ini adalah persoalan individu. Kebetulan saja yang bersangkutan menjabat sebagai Staf Khusus, namun perbuatannya adalah tanggung jawab pribadi, jangan disangkutpautkan dengan Instansi apalagi Bapak Gubernur Yulius Selvanus,” tegas Ferdinand.

Ia menambahkan bahwa peran Staf Khusus adalah menjadi mata dan telinga Gubernur untuk hal-hal yang produktif, bukan justru mencoreng martabat lembaga dengan tindakan arogan dan melanggar etika.

Ferdinand bahkan mendukung adanya sanksi administratif maupun tindakan tegas dari Gubernur terhadap oknum tersebut. Ia menilai perbuatan DD tidak bisa ditoleransi karena telah mencederai kepercayaan publik.

“Kami menyarankan agar ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. Ini tindakan di luar sepengetahuan pimpinan dan sangat tidak terpuji,” lanjutnya.

Kasus ini mencuat setelah DD diduga melakukan tindakan tidak senonoh terhadap seorang perempuan di salah satu rumah makan di daerah Sario, Manado. Merasa harga dirinya diinjak, korban merespons dengan menyiramkan air ke arah pelaku di lokasi kejadian.

Persoalan ini kini telah masuk ke ranah hukum setelah korban secara resmi melayangkan laporan ke Polresta Manado. Hingga saat ini, aparat kepolisian tengah melakukan penyelidikan mendalam dan mengumpulkan sejumlah saksi untuk menuntaskan perkara tersebut sesuai prosedur hukum yang berlaku di Indonesia.(mt/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *