TNews, ACEH SINGKIL — Pembangunan kantor Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Desa Gosong Telaga Timur, Kecamatan Singkil Utara, menyisakan dua perasaan yang berjalan beriringan di tengah masyarakat: harapan dan kekecewaan. Di satu sisi, warga menyambut baik kehadiran koperasi yang diyakini dapat menggerakkan ekonomi desa. Namun di sisi lain, muncul keluhan terkait minimnya pelibatan masyarakat dalam proses pembangunannya.
Sejumlah warga menilai, sejak awal program ini digulirkan, koperasi dipahami sebagai instrumen ekonomi berbasis kebersamaan dan gotong royong. Karena itu, pembangunan fisik gedung koperasi pun diharapkan mencerminkan semangat yang sama, dengan melibatkan pemerintah desa dan potensi lokal yang ada.
Di Gosong Telaga Timur, demi memberi ruang pembangunan kantor Kopdes, bangunan Posyandu desa bahkan harus dikorbankan. Keputusan tersebut diterima masyarakat dengan harapan besar bahwa proyek ini akan memberi dampak langsung, termasuk membuka lapangan pekerjaan bagi warga setempat serta menggerakkan usaha penyedia bahan bangunan lokal.
Namun harapan itu mulai bergeser menjadi kekecewaan. Informasi yang beredar menyebutkan, pada tahun 2026 sejumlah desa lain justru dipercaya mengelola langsung pembangunan kantor Kopdes di wilayahnya. Kondisi ini memicu rasa ketidakadilan di Gosong Telaga Timur, karena masyarakat merasa hanya menjadi penonton dalam proyek strategis yang berdiri di tanah desa mereka sendiri.
Wakil Ketua BPKam Gosong Telaga Timur, Zainal Abidin Simatupang, didampingi Sekretaris Desa Ridwan Agosta, mengungkapkan bahwa desa mereka sebenarnya memiliki sumber daya yang memadai. Mulai dari tukang bangunan, tenaga konstruksi besi, hingga penyedia material seperti pasir, tanah timbun, dan koral tersedia di desa tersebut.
Menurut Zainal, potensi itu semestinya dapat diberdayakan agar manfaat pembangunan tidak hanya berhenti pada berdirinya gedung, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat. “Aspirasi ini murni suara warga. Kami berharap pembangunan koperasi benar-benar mencerminkan nilai partisipasi dan keberpihakan pada ekonomi lokal,” ujarnya.
Warga berharap, ke depan pelaksanaan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih dilakukan secara lebih terbuka dan melibatkan desa secara aktif. Dengan demikian, koperasi tidak hanya menjadi simbol program nasional, tetapi tumbuh sebagai kekuatan ekonomi bersama yang berakar dari, oleh, dan untuk masyarakat Desa Gosong Telaga Timur.*
Peliput: Munawan





