Nyiur Melambai Kian Tangguh: Di Bawah Komando Gubernur Yulius Selvanus, Ekonomi Sulut 2025 Melesat 5,66 Persen

oleh -85 Dilihat

TNews, Manado Sulawesi Utara – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menunjukkan performa ekonomi yang luar biasa di bawah kepemimpinan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus (YSK). Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bumi Nyiur Melambai justru berhasil mencetak pertumbuhan yang impresif sepanjang tahun 2025, yang dibarengi dengan penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.

Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Sulut atas dasar harga berlaku menyentuh angka fantastis Rp 204,75 triliun. Secara kumulatif, ekonomi daerah ini tumbuh kokoh di angka 5,66 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Pertumbuhan ini didorong oleh geliat sektor industri yang luar biasa. Industri pengolahan mencatatkan diri sebagai mesin pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan mencapai 9,97 persen.

Tak hanya kuat di dalam negeri, taring ekonomi Sulut juga semakin tajam di pasar internasional. Ekspor luar negeri tercatat melonjak tajam hingga 28,42 persen, membuktikan bahwa produk lokal Sulut kini memiliki daya saing yang diperhitungkan secara global.

Memasuki penghujung tahun, performa ekonomi Sulut justru semakin agresif. Pada Triwulan IV 2025, pertumbuhan ekonomi mencapai 5,95 persen secara year-on-year.

Sektor akomodasi serta makan dan minum menjadi primadona dengan lonjakan pertumbuhan mencapai 20,67 persen. Angka ini merefleksikan kebangkitan total sektor pariwisata dan geliat pelaku UMKM kuliner yang semakin bergairah. Secara kuartalan (q-to-q), ekonomi bahkan tumbuh 7,02 persen, dipicu oleh efektivitas belanja pemerintah yang naik signifikan sebesar 21,75 persen.

Visi Gubernur Yulius Selvanus dalam menciptakan lapangan kerja mulai membuahkan hasil nyata. Hingga November 2025, jumlah penduduk bekerja telah mencapai 1,35 juta orang dari total angkatan kerja sebanyak 1,43 juta orang.

Indikator kualitas pekerjaan juga membaik dengan proporsi pekerja formal yang kini berada di angka 46,93 persen. Kabar paling menggembirakan datang dari angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang berhasil ditekan hingga ke level 5,78 persen.

Sisi kesejahteraan sosial juga tidak luput dari perhatian. Persentase penduduk miskin pada September 2025 turun menjadi 6,62 persen. Di kawasan perkotaan, angka ini menyusut drastis ke level 3,95 persen.

Distribusi pendapatan masyarakat juga semakin berkeadilan. Hal ini terlihat dari penurunan Gini Ratio menjadi 0,341. Berdasarkan standar Bank Dunia, kelompok masyarakat 40 persen terbawah kini menikmati hampir 19,90 persen dari total pengeluaran daerah, sinyal kuat bahwa pertumbuhan ekonomi di era YSK mulai dirasakan secara inklusif hingga ke lapisan bawah.

Menanggapi capaian gemilang tersebut, Gubernur Yulius Selvanus mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk tetap mawas diri dan terus bekerja keras. Ia menegaskan bahwa kunci keberhasilan ini adalah sinergi antara pemerintah, Forkopimda, sektor swasta, dan masyarakat.

“Ekonomi kita sudah berada di jalur yang sangat tepat. Namun, tugas kita belum selesai. Kita harus mengawal tren positif ini agar manfaatnya benar-benar menyentuh seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok desa,” tegas Gubernur YSK. (mt)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *