TNews, JAKARTA – Pengurus Besar PERSINAS ASAD resmi memulai lembaran baru di bawah kepemimpinan Marsma TNI (Purn) H. Sukur, M.Si. (Han). Sabtu (14/2), di kantor pusat Jakarta, H. Sukur memaparkan arah kebijakan dan strategi organisasi untuk lima tahun ke depan, dengan fokus pada profesionalisasi, prestasi pesilat, dan pelestarian budaya pencak silat.
Dalam keterangannya, H. Sukur menekankan bahwa organisasi harus bergerak dinamis mengikuti perkembangan zaman. Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah penataan struktur organisasi dengan bidang-bidang khusus, agar roda organisasi berjalan lebih efektif.
“Organisasi kita tata mulai sekarang kita berikan bidang-bidang tertentu yang fokus kepada pengembangan organisasi itu sendiri. Karena organisasi itu kalau tidak dikembangkan, tidak bisa mengikuti keadaan saat ini, akhirnya akan tertinggal. Sehingga kita jangan sampai seperti itu,” ujar H. Sukur kepada wartawan.
Selain itu, H. Sukur menekankan pentingnya pelestarian budaya pencak silat melalui inovasi kategori “Solo Kreatif” yang kini diminati generasi muda. Menurutnya, program ini bisa menjadi daya tarik bagi kalangan remaja dan memacu kreativitas pesilat.
“Ini banyak diminati oleh kalangan-kalangan muda-mudi, remaja kita saat ini. Sehingga Solo Kreatif itu nanti bisa berkembang betul seolah-olah seperti perguruan-perguruan yang lain,” jelasnya.
Prestasi pesilat juga menjadi fokus utama PERSINAS ASAD. H. Sukur menegaskan, prestasi bukan hanya soal medali, tapi reputasi organisasi yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
“Selain ilmu seni beladiri dalam usaha melestarikan budaya bangsa, kita harus berprestasi. Karena dengan prestasi itulah yang akan bisa menguntungkan bukan pesilat itu sendiri, tetapi juga buat organisasi dan seluruh masyarakat warga ASAD,” tuturnya.
Tak hanya teknik di matras, perhatian pada gizi, psikologi, dan hubungan harmonis antara pelatih, teman, dan orang tua dianggap kunci pembentukan mental juara. “Pendampingan secara hubungan antar pelatih, hubungan antar teman, hubungan antar anak, hubungan anak terhadap orang tua, orang tua terhadap anak, itu harus juga menjadi perhatian supaya tetap semangat,” tambahnya.
H. Sukur menegaskan, tiga pilar utama—modernisasi organisasi, prestasi, dan pelestarian budaya—harus segera dijalankan, apalagi menjelang event besar tahun depan, Pekan Olahraga Nasional (PON). Ia berharap pesilat PERSINAS ASAD bisa ikut berkontribusi pada ajang bergengsi tersebut.
Selain itu, H. Sukur juga menegaskan komitmen organisasi untuk menjaga kerja sama dengan Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) dan memperkuat silaturahim antar perguruan pencak silat. Dengan strategi ini, ia optimis PERSINAS ASAD akan semakin berperan nyata dalam dunia olahraga Indonesia sekaligus menjaga warisan budaya pencak silat tetap relevan dan dicintai masyarakat.*
Peliput: Wanito






