Proyek Rehab Enam Madrasah Disorot, Papan Anggaran Dinilai Tidak Terbuka

oleh -144 Dilihat
Proyek rehabilitasi gedung madrasah di MTsN Kota Binjai dengan nilai anggaran secara global tanpa rincian per sekolah, Selasa, 3 Februari 2026. Foto: ND

TNews, BINJAI – Proyek rehabilitasi gedung enam madrasah di Sumatera Utara dengan nilai anggaran puluhan miliar rupiah menuai sorotan. Pasalnya, informasi anggaran pada papan proyek dinilai tidak disajikan secara rinci, sehingga memunculkan dugaan minimnya transparansi pelaksanaan pekerjaan.

Berdasarkan pantauan di lapangan, proyek rehabilitasi tersebut mencakup MIN 2 Humbang Hasadutan, MIN 3 Pakpak Bharat, MIN 2 Simalungun, MTsN Kota Binjai, MAN 2 Deli Serdang, dan MAN Pematangsiantar. Total anggaran yang tercantum pada papan proyek mencapai Rp28.376.322.280 untuk tahun anggaran 2025, namun nilai tersebut digabung secara keseluruhan tanpa penjelasan alokasi per sekolah.

Ketua LSM P3H Sumatera Utara, Muhammad Jaspen Pardede, kepada wartawan pada Rabu (4/2/2026), menilai pola penyajian anggaran tersebut berpotensi menimbulkan kebingungan publik. Ia menyebut, seharusnya setiap sekolah memiliki papan proyek tersendiri agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas besaran dana dan jenis pekerjaan yang dilakukan.

“Anggarannya diglobal, ini yang menjadi persoalan. Publik tidak bisa mengetahui berapa nilai pekerjaan di masing-masing sekolah,” ujar Jaspen.

Ia juga meminta Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara agar menyampaikan persoalan ini kepada kejaksaan negeri di enam daerah, khususnya Kejari Kota Binjai, mengingat proyek tersebut masuk dalam pengawasan proyek strategis.

Untuk memastikan kondisi di lapangan, wartawan bersama LSM P3H mendatangi MTsN Kota Binjai pada Selasa (3/2/2026). Saat ditanya mengenai proyek rehabilitasi dan pihak pelaksana, salah seorang pegawai berinisial TN mengaku tidak mengetahui detail proyek maupun nilai anggaran yang diterima sekolah tersebut.

“Saya tidak tahu bang, tanya saja ke Herman,” ucap TN singkat.

TN hanya menyebut bahwa MTsN Kota Binjai diperkirakan menerima anggaran di atas Rp2 miliar. Sementara MAN Pematangsiantar disebut menerima sekitar Rp10,5 miliar karena pembangunan dilakukan hingga dua lantai. Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti besaran anggaran untuk sekolah lainnya.

Terkait pekerjaan fisik di MTsN Kota Binjai, TN menjelaskan bahwa rehabilitasi meliputi penggantian atap rangka baja, plafon, seng, lantai keramik, pengecatan, serta pembangunan kantin. Tidak ada penambahan gedung utama.

Saat dikonfirmasi terpisah, Herman yang disebut-sebut mengetahui proyek tersebut juga mengaku tidak mengetahui detail nilai anggaran masing-masing sekolah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun satuan kerja terkait mengenai rincian pembagian anggaran pada enam madrasah tersebut. (ND)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *