TNews, JAMBI – Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Anwar Sadat, menghadiri Dialog Hikmah Ramadhan bertema “Puasa dan Pembinaan Kepribadian Muslim” yang disiarkan langsung oleh TVRI Jambi, Sabtu (22/2/2026).
Kegiatan diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an Surah An-Nahl ayat 98 yang mengingatkan umat Islam agar senantiasa memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan setan ketika membaca Al-Qur’an. Ayat tersebut menjadi pengantar tausiah yang menekankan pentingnya kesiapan hati dan kebersihan jiwa dalam menjalankan ibadah, khususnya di bulan suci Ramadhan.
Dalam dialog tersebut, Anwar Sadat menegaskan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sarana pembinaan diri untuk membentuk kepribadian Muslim yang berakhlak mulia.
“Puasa bertujuan membentuk bagaimana kita berperilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Ia menjadi media pembinaan diri agar kita mampu mengendalikan hawa nafsu, menjaga lisan dan sikap, serta menjadi insan yang bertakwa dan berakhlak mulia,” ujarnya.
Menurutnya, terdapat perbedaan mendasar antara puasa yang dijalankan secara jasmani dan puasa yang disertai pembinaan rohani. Puasa secara fisik hanya menahan lapar dan haus, sedangkan puasa yang dibarengi pembinaan spiritual akan melahirkan pribadi yang sabar, jujur, ikhlas, serta mampu menjaga diri dari perbuatan tercela.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa Ramadhan merupakan momentum strategis untuk memperkuat ukhuwah Islamiah dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk merajut dan memperkuat ukhuwah Islamiah. Melalui puasa, kita belajar saling memahami, saling menghormati, dan mempererat persaudaraan. Jika ukhuwah terjaga, maka kehidupan bermasyarakat akan lebih harmonis dan penuh keberkahan,” tambahnya.
Bupati berharap nilai-nilai spiritual dan kebersamaan yang tumbuh selama bulan suci tidak berhenti setelah Ramadhan berakhir, melainkan terus terpelihara dalam kehidupan sehari-hari.
Dialog tersebut menjadi pengingat bahwa Ramadhan sejatinya bukan sekadar ritual tahunan, tetapi sarana pembentukan karakter dan peningkatan kualitas keimanan yang berdampak langsung pada keharmonisan sosial masyarakat.* (Wanito)






