TNews, KENDAL – Sebagai upaya percepatan kepemilikan dokumen kependudukan bagi pemilih pemula, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) kembali menggelar aksi jemput bola melalui program “Serbuan Adminduk” yang menyasar para santri di pondok pesantren Darul Arqom, Kecamatan Patean, Rabu (11/02/26).
Koordinator kegiatan dari kodim 0715/Kendal, Kapten Cpl Siswo Menuturkan bahwa kegiatan tersebut merupakan termasuk rangkaian kegiatan TMMD reg ke 127 Kodim 0715/Kendal bertujuan untuk memberikan layanan kependudukan bagi Masyarakat di lokasi TMMD dan sekitarnya.
“Kodim berkolaborasi dengan Disdukcapil untuk jemput bola, para petugas membawa peralatan lengkap mulai dari alat perekaman biometrik, kamera, hingga perangkat aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) langsung ke lokasi pesantren, sehinhgga santri tidak perlu repot datang ke disdukcapil dan meninggalkan kegiatan belajarnya”, tuturnya.
“Layanan yang diberikan mencakup perekaman KTP-el bagi santri usia 17 tahun ke atas, serta pembaharuan Kartu Keluarga (KK) dan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) bagi santri yang belum cukup umur”, imbuh danramil sukorejo tersebut.
M Ali Nurdin selaku perwakilan dari Dinas Dukcapil menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk layanan inklusif untuk menjangkau kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu dan mobilitas.
“Kami ingin memastikan tidak ada santri yang tertinggal dalam hak akses pelayanan publik hanya karena kendala administratif. Dengan memiliki KTP-el, para santri kini lebih mudah dalam mengakses bantuan sosial, layanan kesehatan, hingga mendaftar pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
Perwakilan pihak pengelola pondok pesantren, M.Hifdzi Ansori S.Pd.I selaku pengasuh santri, menyambut positif inisiatif ini, karena, kehadiran tim Dukcapil sangat membantu efisiensi waktu karena para santri tidak perlu lagi meminta izin pulang ke daerah asal hanya untuk mengurus dokumen kependudukan. “Kami merasa terbantu sebagai pengasuh santri dengan adanya program ini,karena tidak perlu repot-repot pergi ke kantor Disdukcapil karena akan menyita waktu belajar bagi santri saya”ungkapnya.*
Peliput: Agung






