Sedekah Jumat di Sintuban Makmur

oleh -58 Dilihat
Gambar: Siswa SD Negeri Sintuban Makmur mengikuti kegiatan Sedekah Jumat dan penyaluran santunan kepada siswa yatim di Kecamatan Danau Paris, Kabupaten Aceh Singkil, Jumat, 13 Februari 2026. Program ini rutin digelar setiap pekan selama Ramadhan sebagai bagian dari pendidikan karakter berbasis kepedulian sosial. (Foto: Dok. Wartawan Aceh Singkil).

TNews, ACEH SINGKIL – Suasana berbeda terlihat di halaman SD Negeri Sintuban Makmur, Kecamatan Danau Paris, Jumat (13/2/2026). Usai pembacaan Surah Yasin dan hafalan ayat-ayat pendek, sejumlah siswa duduk rapi menunggu giliran menerima santunan dalam program Sedekah Jumat yang rutin digelar sekolah tersebut.

Di bulan Ramadhan, kegiatan itu difokuskan untuk membantu siswa yatim piatu. Selain itu, santunan juga diserahkan kepada keluarga almarhum tokoh pendidikan desa, yakni Tukar Tumangger dan Arifin Sinaga, yang semasa hidup dikenal berperan dalam proses berdirinya sekolah di desa tersebut.

Kepala sekolah, Zainal Abidin Simatupang, mengatakan kegiatan ini bukan sekadar penyaluran bantuan, tetapi bagian dari pendidikan karakter. “Anak-anak dibiasakan menyisihkan sebagian uang jajan mereka. Dari situ mereka belajar arti peduli dan berbagi,” ujarnya kepada wartawan.

Dana yang terkumpul berasal dari partisipasi siswa dan keluarga besar sekolah. Setiap Jumat, setelah kegiatan keagamaan yang dibimbing guru Pendidikan Agama Islam, santunan disalurkan kepada penerima yang telah didata pihak sekolah.

Guru PAI, Ummu Habibah Winda Sari Berutu, menuturkan nilai yang ingin ditanamkan adalah kebiasaan berbagi sejak dini. “Meski nominalnya kecil, kalau dilakukan bersama dan rutin, manfaatnya bisa dirasakan,” katanya.

Program ini disebut sebagai bagian dari dorongan Dinas Pendidikan Aceh Singkil agar sekolah-sekolah membangun kepedulian sosial di lingkungan masing-masing. Namun di Sintuban Makmur, inisiatif tersebut berkembang menjadi agenda tetap yang melibatkan guru, siswa, dan orang tua.

Bagi para siswa, momen penyerahan santunan menjadi pelajaran langsung tentang empati. Di ruang kelas sederhana itu, mereka tak hanya belajar membaca dan berhitung, tetapi juga memahami bahwa kepedulian sosial merupakan bagian dari pembentukan karakter.*

Peliput: Munawan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *