Denny Mangala : “Atas perintah langsung dan tegas dari Pak Gubernur, oknum berinisial DD resmi dicopot dari jabatannya sebagai Staf Khusus! Tidak ada toleransi bagi perilaku yang mencoreng kehormatan daerah!”
TNews, Manado Sulawesi Utara – Begitu kabar dugaan pelecehan seksual ini sampai ke telinga pimpinan, Gubernur YSK dikabarkan langsung mengambil tindakan tegas. Tidak ada ruang bagi pelanggar moral di kabinetnya!
“Atas perintah langsung dan tegas dari Pak Gubernur, oknum berinisial DD resmi dicopot dari jabatannya sebagai Staf Khusus! Tidak ada toleransi bagi perilaku yang mencoreng kehormatan daerah!” tegas Denny Mangala Juru Bicara Pemprov Sulut dengan nada bicara yang mantap, Minggu (01/02/2026).
Asisten I Setdaprov Sulut Denny Mangala yang juga adalah Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kominfo, juga mengeluarkan peringatan keras bagi siapa pun agar tidak mencoba-coba menyeret nama institusi Pemerintah Provinsi maupun nama besar Gubernur ke dalam skandal individu ini.
“Sangat tidak elok dan tidak etis jika perbuatan kotor ini dikaitkan dengan pimpinan daerah atau institusi. Ini murni dosa pribadi yang bersangkutan! Gubernur tidak ada sangkut pautnya dengan perilaku menyimpang oknum tersebut!” ujar Mangala dengan wajah serius.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan posisi mereka untuk berdiri di sisi keadilan. Tidak ada perlindungan bagi pelaku, tidak ada intervensi terhadap penyidik!
“Pemprov Sulut sepenuhnya menyerahkan nasib DD ke tangan aparat penegak hukum. Kami pastikan tidak ada campur tangan dari pihak mana pun. Kami menghargai proses yang ada di kepolisian,” tambah Denny Mangala.
Skandal ini meledak di sebuah rumah makan di kawasan Sario, Kota Manado. DD diduga secara biadab melakukan tindakan tak senonoh dengan memegang bagian sensitif seorang wanita muda berusia 21 tahun.
Namun, pelaku salah sasaran! Korban yang berani itu tidak tinggal diam. Dengan kemarahan yang meluap, korban langsung menyiram kepala pelaku dengan air di hadapan pengunjung lainnya—sebuah aksi perlawanan yang membuat pelaku mati kutu di tempat kejadian.
Kini, laporan resmi telah masuk ke meja penyidik Polresta Manado. Publik Sulawesi Utara kini menunggu ketegasan hukum bagi oknum yang telah mencederai martabat kaum perempuan ini. (mt)






