TNews, KENDAL – Berkolaborasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP2PA) Kendal, satgas TMMD gelar Penyuluhan Bagi Keluarga Beresiko Stunting di desa Gedong kecamatan Patean, Jumat(13/02/26).
Seepeti di ketahui data angka anak berisiko stunting di Kabupaten Kendal pada pertengahan 2025 tercatat masih cukup tinggi, mencapai 22%. “Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal aktif menyalurkan bantuan pangan bergizi kepada balita gizi kurang dan buruk untuk mempercepat penurunan angka tersebut, melalui perbaikan asupan gizi”, papar petugas dari P2KBP2PA Kendal yang menjadi narasumber.
“Penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama, baik pemerintah dengan meyalurkan bantuan, maupun orang tua yang punya peran lebih besar, bisa dengan cara memberi kecukupan gizi pada konsumsi makan harian anak, semua harus berperan aktif”, imbuhnya,
Terkait program TMMD, danramil 08 Patean kapten inf Muslim menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi di aman menunjukkan kehadiran pemerintah daerah dalam bersama sama menurunkan angka stunting khususnya di desa Gedong yang menjadi lokasi TMMD reguler.
“Harapannya dengan sosialisai ini mampu memberikan gambaran kepada para orang tua kbusisnha ibu ibu tentang apa utu stuntung, apa penyebabnya, dan baginana cara menghindari anak terkena stunting dengan pemberian cukup gizi pada makanan anak” Tuturnya.
Suwarno , Kades Gedong menhampaikan bahwa di desanya sampai saat ini sudah tidak di temukan data anak stunting di desa Gedong. “Pemdes juga berkomitmen untuk mencegah terjadinya kasusu stunting di desa kami, melalui kader kesehatan desa kami kontrol data perkembangan setiap anak saat imunisasi yang sebulan sekali di laksanakan di posyandu”, terang Suwarno.*
Peliput: Agung






