Aksi Cepat Polisi Air Selamatkan Pasien Darurat

oleh -19 Dilihat
Gambar: Personel Satpolairud Polres Tanjung Jabung Barat bersama kru KP TAKA-3010 mengevakuasi pasien darurat menggunakan perahu karet menuju Dermaga Gudang Alloe, Kuala Tungkal, Sabtu, 28 Februari 2026. (Foto: Humas Polres Tanjab Barat/Liputan Daerah).

TNews, KUALA TUNGKAL – Suara mesin perahu memecah sunyi dini hari di perairan Seberang Kota, Sabtu (28/2/2026). Di tengah gelap dan arus sungai yang tenang, personel kepolisian perairan bergerak mengevakuasi seorang pasien yang membutuhkan pertolongan medis segera.

Rahmadi (25), warga Pulau Ruku, Kecamatan Reteh, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau, harus dirujuk dari Puskesmas Tungkal V ke rumah sakit di Kuala Tungkal setelah didiagnosis menderita radang usus buntu yang membengkak. Kondisinya dilaporkan berisiko jika tidak segera mendapat tindakan lanjutan.

Informasi darurat itu diterima sekitar pukul 02.00 WIB oleh personel Polres Tanjung Jabung Barat melalui Satpolairud. Tenaga medis menyampaikan bahwa pasien dalam kondisi kritis, sementara akses transportasi darat terkendala jarak dan waktu.

Kasat Polairud Polres Tanjab Barat, IPTU Muhammad Ramadhansyah Putra, mengatakan pihaknya langsung berkoordinasi dengan personel KP TAKA-3010 Baharkam Mabes Polri yang tengah bersiaga. Mengingat lokasi puskesmas berada di wilayah perairan, rubber boat dinilai menjadi pilihan tercepat untuk mengevakuasi pasien menuju Kuala Tungkal.

Sekitar pukul 02.30 WIB, tim gabungan bertolak dari Dermaga Gudang Alloe. Setelah menempuh perjalanan air, pasien berhasil dijemput dan dibawa kembali ke dermaga sekitar pukul 04.00 WIB. Dari sana, Rahmadi langsung dipindahkan ke ambulans untuk dirujuk ke RSUD Daud Arif Kuala Tungkal.

Kasi Humas Polres Tanjab Barat, IPDA Ucen S. Kasih, membenarkan bahwa proses evakuasi berlangsung lancar tanpa hambatan berarti. Saat ini pasien telah berada dalam penanganan tim medis rumah sakit.

Sejumlah warga di sekitar dermaga yang menyaksikan proses pemindahan pasien mengaku terharu melihat respons cepat aparat. Bagi masyarakat pesisir, akses layanan kesehatan kerap menjadi tantangan tersendiri, terutama pada kondisi darurat di luar jam operasional transportasi umum.

Aksi dini hari itu menjadi gambaran bagaimana jalur perairan menjadi urat nadi penyelamatan di wilayah pesisir Tanjung Jabung Barat.* (Wanito)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *