TNews, BOLSEL – Satu tahun kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE bersama Wakil Gubernur Victor Mailangkay (YSK–Victory), sejumlah kalangan mulai menyoroti arah kebijakan pemerintah provinsi dalam mendorong pembangunan daerah.
Ketua Partai Gerindra Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Halilintar Kadullah, menilai berbagai kebijakan yang ditempuh pemerintah provinsi sejauh ini menunjukkan upaya menyelaraskan program pembangunan daerah dengan arah kebijakan pemerintah pusat.
Menurut Halilintar, salah satu indikator yang cukup terlihat adalah kondisi ekonomi daerah yang dinilai mulai menunjukkan tren positif.
“Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara berada di atas rata-rata nasional. Selain itu, daerah ini juga berhasil menekan laju inflasi hingga menempati posisi pertama secara nasional dalam pengendalian inflasi,” ujar Halilintar kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).
Anggota DPRD Bolsel tersebut juga menyoroti langkah pemerintah provinsi dalam menangani dampak bencana Gunung Ruang beberapa waktu lalu. Ia menilai respons pemerintah cukup cepat, terutama dalam upaya menyediakan tempat tinggal bagi warga terdampak.
Sebagian korban bencana, kata dia, bahkan dipindahkan ke wilayah Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan sebagai bagian dari langkah penanganan jangka menengah.
Selain penanganan bencana, Halilintar juga menyinggung upaya pemerintah provinsi dalam mendorong kebangkitan sektor pertanian di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR). Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar sebagai salah satu lumbung pangan di Sulawesi Utara.
Di sektor lain, ia menyebut pemerintah provinsi juga mulai menata sektor pertambangan rakyat melalui kebijakan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), termasuk penerbitan izin Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).
Menurutnya, langkah tersebut dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus memberikan kepastian hukum terhadap aktivitas pertambangan rakyat.
“Ini menjadi babak baru bagi penguatan fondasi ekonomi daerah, terutama bagi masyarakat yang selama ini menggantungkan hidup pada sektor pertambangan rakyat,” katanya.
Halilintar menambahkan, arah pembangunan Sulawesi Utara juga mulai diarahkan pada konsep ekonomi biru dan ekonomi hijau yang dinilai relevan dengan potensi sumber daya alam daerah. (Kokon)






