TNews, KOTAMOBAGU – Rencana pelaksanaan Pasar Ramadhan atau Pasar Senggol 2026 di Kota Kotamobagu masih menggantung. Hingga awal Maret ini, belum satu pun asosiasi pedagang yang mengajukan proposal resmi.
Meski begitu, Pemerintah Kota tak tinggal diam. Rabu (4/3/2026), jajaran internal menggelar rapat koordinasi di ruang Asisten I untuk mematangkan skenario teknis jika sewaktu-waktu ada pemohon yang memenuhi syarat administrasi dan teknis.
Dalam rapat tersebut, pembahasan tak lagi sebatas wacana. Penataan lapak, jalur keluar-masuk pengunjung, pengaturan parkir, kebersihan hingga sistem pengamanan dibedah satu per satu. Pemerintah menegaskan posisinya hanya sebagai penyedia lokasi, sementara penyelenggaraan penuh menjadi tanggung jawab asosiasi.
Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Noval Manoppo, menyebut satu lokasi telah disepakati sebagai titik resmi, yakni kawasan eks Rumah Sakit Datoe Binangkang. Keputusan itu merupakan hasil pembahasan lintas unsur Forkopimda.
Menurutnya, pemerintah menginginkan satu titik terpusat agar pengawasan dan pengendalian lebih mudah dilakukan. Ia juga memberi sinyal, pengajuan di luar lokasi tersebut kemungkinan besar tak akan disetujui.
Hal senada disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan, Sahaya S. Mokoginta. Ia menegaskan, ada atau tidaknya Pasar Senggol tahun ini sepenuhnya bergantung pada asosiasi yang mengajukan permohonan resmi.
“Kalau tidak ada pemohon, otomatis tidak ada kegiatan. Pemerintah hanya memfasilitasi aset daerah,” ujarnya.*
Laporan: Konni Balamba







