TNews, BITUNG – Tawuran kembali pecah antara warga Kampung Sarikalapa dan Empang, Kota Bitung, memicu keprihatinan dari tokoh masyarakat setempat, Hi. Rasid Ishak atau yang akrab disapa Haji Tode. Ia menilai peristiwa tersebut bukan lagi persoalan sesaat, melainkan masalah yang membutuhkan penanganan serius dan terencana dari aparat kepolisian serta pemerintah daerah.
Menurut Haji Tode, tawuran serupa sudah berulang kali terjadi bahkan pernah dimediasi oleh pemerintah kecamatan. Namun, upaya tersebut dinilai belum cukup efektif karena konflik masih terus terulang.
Ia menekankan perlunya langkah antisipatif, salah satunya dengan mengatur penjualan Lem Eha-Bond yang disebut menjadi salah satu pemicu perilaku agresif di kalangan masyarakat. Haji Tode mengusulkan adanya surat edaran dari pihak kelurahan serta aturan bagi pedagang, disertai sanksi tegas hingga pencabutan izin usaha bagi yang melanggar.
Selain itu, ia juga menyoroti konsumsi minuman beralkohol yang dinilai turut memperburuk situasi tawuran. Menurutnya, pendekatan edukatif lebih diperlukan, khususnya bagi anak-anak dan remaja yang terlibat.
“Hukuman fisik atau kurungan bukan solusi terbaik. Pendidikan dan pembinaan lebih efektif agar mereka menyadari dampak dari tindakan mereka,” ujarnya.
Haji Tode juga mengingatkan pentingnya peran kepolisian dalam menegakkan hukum secara tegas namun tetap mengedepankan keselamatan dan pembinaan.*
Peliput: Mirawan Tadjuddin





