TNews, TALANG — Suasana Pendopo Balai Desa Kaladawa, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal, Rabu (1/4), terasa berbeda dari biasanya. Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Gerakan Maju Kaladawa (Germaka) mendatangi kantor desa untuk menyampaikan langsung berbagai kritik kepada pemerintah desa, menyusul polemik yang sebelumnya ramai di media sosial.
Kedatangan mereka bukan tanpa alasan. Germaka menilai masih minimnya keterbukaan pemerintah desa, khususnya terkait pengelolaan anggaran, pelaksanaan program pembangunan, hingga pelayanan kepada masyarakat.
Koordinator Germaka, yang akrab disapa Huda, dalam forum audiensi itu menyampaikan bahwa generasi muda ingin dilibatkan lebih aktif dalam proses pembangunan desa. Ia menekankan pentingnya transparansi sebagai fondasi kepercayaan publik.
“Selama ini komunikasi masih satu arah. Kami ingin ada ruang dialog yang lebih terbuka, agar masyarakat, terutama pemuda, bisa ikut mengawal pembangunan,” ujarnya di hadapan peserta audiensi.
Forum tersebut juga dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Talang yang turut memantau jalannya diskusi. Sejumlah isu mencuat, mulai dari penggunaan anggaran hingga mekanisme pelayanan publik di tingkat desa.
Menanggapi hal itu, Kepala Desa Kaladawa, Taslihin, tidak menampik adanya berbagai masukan dari masyarakat. Ia menyatakan kesiapan pemerintah desa untuk berbenah, termasuk membuka akses informasi yang lebih luas kepada warga.
“Kami terbuka terhadap kritik dan saran. Ini menjadi bahan evaluasi agar ke depan pelayanan dan tata kelola desa bisa lebih baik,” kata Taslihin.* (Agung)





