Akui Salah Kepala OJK Bengkulu Minta Maaf, Benahi Pola Komunikasi dengan Wartawan

oleh -190 Dilihat
Gambar: OJK Bengkulu janji akan terus bangun komunikasi yang baik lagi dengan wartawan.

TNews, BENGKULU – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bengkulu menyatakan akan melakukan pembenahan menyeluruh terhadap pola komunikasi kehumasan mereka. Langkah ini diambil setelah insiden dengan sejumlah insan pers Bengkulu yang sempat memicu ketegangan dalam beberapa hari terakhir.

“Kami bersama seluruh jajaran menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut. Ini menjadi momentum perbaikan bagi kami ke depan,” ujar Kepala OJK Provinsi Bengkulu, Ayu Laksmi Syntia Dewi, saat kegiatan silaturahmi bersama insan pers di Bengkulu, Selasa, 9 Desember 2025.

Insiden bermula ketika Bagian Kehumasan OJK Bengkulu mengeluarkan beberapa wartawan dari Grup Sinergi Media—grup komunikasi resmi OJK melalui aplikasi pesan instan. Pengeluaran wartawan itu dipicu permintaan informasi terkait penyaluran hasil donor darah OJK yang belum dijawab secara jelas. Perdebatan pun terjadi, hingga akhirnya sejumlah jurnalis dikeluarkan dari grup.

Dalam pertemuan silaturahmi tersebut, pihak humas OJK mengakui tindakan itu dilakukan dalam kondisi emosional akibat perdebatan yang berlangsung panas. OJK menyatakan siap memperbaiki kesalahpahaman komunikasi yang selama ini terjadi, sekaligus memulihkan hubungan kerja dengan media.

Sebagai bagian dari pemulihan relasi, OJK Bengkulu mengundang lebih dari 100 insan pers dari berbagai media. Empat jurnalis yang sebelumnya dikeluarkan dari grup informasi OJK juga diundang dan kembali difasilitasi.

Sebelumnya, beberapa Asosiasi Media Online Wilayah Bengkulu menyatakan keprihatinan mendalam atas insiden tersebut. Mengecam tindakan sepihak oknum humas OJK yang mengeluarkan jurnalis dari grup informasi serta memberi label “provokator” kepada wartawan yang tengah menjalankan tugas verifikasi data publik terkait program donor darah.

Dalam silahturahmi tersebut sejumlah jurnalis memberikan kritikan dan saran, meminta OJK melakukan evaluasi internal, menyampaikan permintaan maaf terbuka, memperbaiki tata kelola informasi publik, serta memulihkan akses grup bagi seluruh media.

OJK Bengkulu memastikan seluruh masukan dari jurnalis dan organisasi media akan menjadi bagian dari proses evaluasi internal demi menghindari insiden serupa di masa mendatang.*

Peliput: Freddy Watania

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *