TNews, MAKASSAR – Ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah selatan Sulawesi Selatan dipastikan masih dalam kondisi aman. Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan distribusi BBM ke SPBU di Kabupaten Jeneponto, Bulukumba, dan Sinjai berjalan tanpa hambatan berarti, meski terjadi peningkatan aktivitas masyarakat dalam beberapa waktu terakhir.
Di beberapa SPBU, antrean kendaraan sempat terlihat lebih padat dari biasanya. Kondisi ini dipicu meningkatnya mobilitas warga, bukan karena kelangkaan pasokan. Pihak Pertamina memastikan suplai terus ditambah untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan distribusi.
Sales Branch Manager Sulselbar II Fuel, Muhammad Ridho Hasbullah, saat ditemui di Makassar, Kamis (26/3/2026), menjelaskan bahwa penyaluran BBM di tiga wilayah tersebut bahkan mengalami peningkatan dibanding rata-rata harian.
Di Jeneponto, penyaluran gasoline tercatat mencapai lebih dari 120 persen dari rata-rata normal, sementara gasoil mendekati angka kebutuhan harian. Kondisi serupa juga terjadi di Bulukumba, dengan peningkatan penyaluran gasoline di atas 120 persen. Adapun di Sinjai, distribusi gasoline dan gasoil relatif stabil, bahkan gasoil melampaui angka kebutuhan harian.
“Penyaluran kami tingkatkan mengikuti dinamika di lapangan. Jadi ketika konsumsi naik, suplai juga langsung kami sesuaikan,” ujar Ridho.
Ia menegaskan, sistem distribusi saat ini dipantau secara berkala untuk memastikan tidak terjadi kekosongan stok di SPBU. Selain itu, koordinasi dengan pengelola SPBU terus dilakukan, termasuk pengaturan jadwal pengiriman agar tetap tepat waktu.
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Lilik Hardiyanto, menyebutkan bahwa pengawasan operasional di SPBU juga diperketat. Hal ini mencakup pengaturan antrean, kualitas pelayanan, hingga penyaluran BBM subsidi agar tepat sasaran.
Menurutnya, masyarakat diimbau untuk tetap membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Langkah ini penting agar distribusi tetap merata dan tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
“Kalau ada kendala di lapangan, masyarakat bisa langsung melapor melalui saluran resmi Pertamina,” katanya.*





