Toleransi Antar Umat Beragama: Sebuah Cerminan Harmoni di Desa Kelekat

0
31
Desa Kelekat, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim

TNews, Kukar – Di tengah riuhnya percakapan dan kehidupan sehari-hari masyarakat di Desa Kelekat, Kecamatan Kembang Janggut, Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur, terdapat sebuah harmoni yang luar biasa. Toleransi antar umat beragama di desa ini bukanlah sekadar kata-kata, melainkan sebuah kenyataan yang dijunjung tinggi oleh penduduknya.

Desa Kelekat memiliki populasi penduduk yang beragama mayoritas Islam dan Kristen yang signifikan. Namun, yang membedakan desa ini dari tempat lain adalah keragaman suku bangsa yang mendiami wilayahnya. Terdapat Suku Tunjung, yang merupakan suku asli desa ini, namun juga ada Suku Jawa, Suku Bugis, Suku Timur, dan Suku Batak, yang membuat desa ini menjadi rumah bagi beragam budaya.

Kepala Desa Kelekat, Cawal, SE

Kepala Desa Kelekat, Cawal, SE, adalah salah satu figur penting dalam menjaga harmoni ini. Saat dikonfirmasi media ini, Cawal berbicara dengan penuh kehangatan tentang toleransi yang tumbuh di Desa Kelekat.

“Kami adalah satu keluarga besar di sini, meskipun kami memiliki perbedaan dalam keyakinan dan budaya. Kami merayakan perbedaan ini sebagai kekayaan kami,” ujar Cawal, Rabu (25/10/2023).

Dikatakan Cawal, Agama adalah cara kita mencapai Tuhan, dan cara kita menjalani agama adalah hak yang harus dihormati.

“Kami saling menghargai dan mendukung dalam ibadah masing-masing. Inilah yang membuat desa kami hidup dengan penuh ketentraman,” kata Cawal.

Lebih lanjut, diungkapkannya bahwa keharmonian ini tercermin dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari di Desa Kelekat. Salah satu contohnya adalah ketika datangnya Hari Raya Idul Fitri, semua warga desa, tanpa memandang agama, saling bermaafan dan berkunjung ke rumah satu sama lain.

Begitu pula saat Natal tiba, warga Islam pun turut mengucapkan salam dan bersilaturahmi bersama komunitas Kristen. Kedua agama ini saling merasakan kebahagiaan saat hari raya tiba.

Kemajuan desa ini juga didorong oleh kolaborasi antar umat beragama. Mereka bekerja bersama dalam program sosial, seperti pembangunan sekolah dan rumah ibadah. Ini adalah contoh nyata bahwa keragaman dapat menjadi kekuatan bagi sebuah komunitas.

Desa Kelekat adalah sebuah cerminan bagi kita semua tentang bagaimana perdamaian sejati dapat diwujudkan, bahkan di tengah perbedaan.

“Semoga semangat toleransi ini terus dipertahankan,” tandasnya. (Adv/Diskominfo Kukar)

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.