Pinaesaan Wangko Indonesia Resmi Daftarkan Diri di Pemprov Sulut

  • Whatsapp

Sumual : PWI Siap Bermitra dengan Pemerintah

TNews, Manado – Perkumpulan Pinaesaan Wangko Indonesia (PWI) yang didirikan pada 05 November 2020, sebagai wadah berhimpun LSM/Ormas di Sulawesi Utara, Rabu (01/09/2021) secara resmi memberitahukan keberadaan sekaligus melakukan pendaftaran diri secara resmi kepada Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey, SE  dan diterima langsung Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sulut Evans Steven Liow, S.Sos, MSi di ruang kerjanya.

Bacaan Lainnya

Pendaftaran ini dilakukan Presidium Pengurus PWI diantaranya Ketua John Hes Sumual (Ketua Sulut Manguni Indonesia), Sekretaris Meiyer Tanod (Ketua Umum Maesa’an Tou Malesung), Bendahara Marthin Waworuntu (Ketua Umum Waraney Santiago Indonesia), Ketua Bidang Adat, Budaya, Pariwisata dan Ekonomi Jersi Lumantow (Ketua Umum Puser Minahasa Nusantara) dan Sekretaris Jenderal Milisi Waraney Audy Endey.

Ketua presidium PWI John Hes Sumual mengatakan langkah pendafaran ini dilakukan oleh PWI sebagai bentuk kesadaran terhadap aturan, juga merupakan perwujudan kemitraan dengan pemerintah provinsi Sulut, terutama mewujudkan keteraturan maupun terjalinnya kerjasama yang positif antara pemerintah dan Ormas/LSM yang berada dalam wadah PWI.

“Setelah menerima pengesahan terhadap Akta pendirian, kami merasa sangat perlu untuk memberitahukan sekaligus bermohon untuk didaftarkan ke Pemerintah Provinsi Sulut dalam hal ini bapak Gubernur Olly Dondokambey, melalui Kaban Kesbangpol bapak Steven Liow,” kata Hes.

Selanjutnya disebutkan Sumual, banyak program kerjasama yang nantinya akan dirumuskan bersama antara PWI dan Pemrov Sulut khususnya pemberdayaan ekonomi masyarakat, sehingga kehadiran PWI sebagai mitra dan sosial kontrol pemerintah dapat dilaksanakan yang semata-mata untuk kemajuan dan perkembangan LSM/Ormas serta masyarakat Sulawesi Utara.

“Terima kasih untuk sambutan pemerintah provinsi Sulut dalam hal ini Kaban Kesbangpol bapak Steven Liow, yang telah menerima berkas pendaftaran PWI dan selanjutnya kami siap bermitra dengan pemerintah, serta tentunya mendukung program yang positif untuk masyarakat, terutama saat pandemi Covid-19 yang memukul sendi perekonomian masyarakat,” kata Hes yang juga ketua MANIS Sulut ini.

Terpisah Sekretaris PWI Meiyer Tanod menjelaskan, Perkumpulan PINAESAAN WANGKO INDONESIA yang adalah wadah berhimpun Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) di provinsi Sulawesi Utara, dengan program utama mempererat persatuan masyarakat yang memiliki kesamaan pemahanan dalam memperjuangkan amanat penderitaan rakyat, sekaligus mempertahankan dan melestarikan kearifan lokal Adat dan Budaya Minahasa dalam bingkai kebinekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selanjutnya dikatakan Tanod, PWI didirikan tanggal 05 November 2020 dengan Akte Pendirian Notaris Yurike Imelda Paendong, SH, MKn, Notaris Kota Manado Nomor : 223 tanggal 18 Juni 2021 dengan jangka waktu yang tidak ditentukan dan mendapatkan pengesahan Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia Nomor AHU-0010253.AH.01.07 Tahun 2021 tanggal 30 Agustus 2021.

“Titik tolak keberadaan Perkumpulan Wangko Indonesia sebagai wadah berhimpun ini adalah berpijak kepada semangat persatuan dalam Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, nilai-nilai luhur Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, dengan dipadukan semangat pelestarian adat serta kebudayaan orang Minahasa, sehingga eksistensi PWI semakin dikenal dan menjadi salah satu modal bangsa dalam derap pembangunan saat ini dan masa yang akan datang,” jelas Tanod ketum MTM didampingi bendahara Marthin Waworuntu yang juga Ketum Waraney Santiago Indonesia dan Jersi Lumantow Ketum Puser Minahasa Nusantara salah satu pendiri PWI.

Sementara itu Kaban Kesbangpol Sulut Evans Steven Liow, S.Sos,MSi mengatakan dirinya mewakili pemerintah provisi Sulut, Gubernur dan Wakil Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Drs.Steven Kandouw, menyambut positif langkah pendaftaran yang dilakukan Pinaesaan Wangko Indonesia.

“Kehadiran PWI sebagai wadah berhimpun LSM dan Ormas sudah lama saya dengar dan kehadiran saudara-saudara memang sudah ditunggu. Semoga ke depan PWI dapat menjalin kemitraan yang baik antar sesama LSM maupun Ormas yang ada di Sulut, sekaligus dapat membantu pemerintah dalam menyukseskan program pembangunan di daerah ini,” kata Liow.

Selanjutnya kata Kaban Kesbangpol, dirinya mengharapkan Perkumpulan Pinaesaan Wangko Indonesia dalam beberapa hal, memiliki kewajiban sebagai bagian dari agen pembangunan masyarakat, sehingga dituntut berperan aktif dalam derap pembangunan itu sendiri. Bahkan kata Liow, secara garis besar perjuangannya, harus tidak bertentangan dengan program pemerintah pada umumnya, dan tidak bertentangan dengan kebijakan pembangunan kerakyatan itu sendiri. (MT)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.