Bangunan Pengendali Banjir Sungai Ongkag Dumoga akan Diperbaiki Akhir Agustus

0
51
Suasana RDP Komisi III bersama Balai Wilayah Sungai Sulawesi I

TNews, SULUT – Komisi III DPRD Sulut melakukan rapat dengar pendapat (RDP) dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi I, Senin (25/07/22) di kantor DPRD Sulut.

RDP ini terkait Ambruknya bangunan pengendali banjir sungai Ongkak tepatnya di Dumoga

RDP tersebut dipimpin Ketua Komisi III Berty Kapojos, Amir Liputo, Ronald Sampel, Boy Tumiwa, Ayub Ali, Serly Tjanggulung serta Julius Jems Tuuk, Legislator Dapil BMR. Sehingga menghadirkan BWS Sulawesi I, Kabalai I Komang Sudana bersama jajaran.

DPRD juga mempertanyakan kepada BWS terkait dengan ambruknya bangunan pengendali banjir sungai Ongkak yang baru selesai di buat dengan nilai kontrak 29,6 Miliar tersebut.

DPRD berpendapat ambruknya bangunan itu akan berakibat fatal jika nantinya terjadi intensitas hujan lebat yang dapat berakibat banjir dan membahayakan pemukiman warga

“Ini merupakan fungsi Kontrol oleh DPRD Provinsi Sulawesi Utara,” Kata Amir saat memimpin rapat tersebut

Jems Tuuk pun juga mempertanyakan perihal pengawasan BWS Sulawesi I terhadap proyek tersebut.

Suasana RDP Komisi III bersama Balai Wilayah Sungai Sulawesi I

Kepala BWS, I Komang Sudana dalam penjelasannya menyebut bahwa ambruknya bangunan pengendali banjir itu telah menjadi perhatian pihak BWS Sulawesi I. Pihak pengelola jasa yaitu PT. Siltro Putra Mandiri pun didesak BWS untuk segera memperbaiki bangunan pengendali banjir yang ambruk tersebut.

Namun demikian, Sudana mengatakan untuk perbaikannya masih memerlukan waktu karena sheet pile atau CCSP harus dikirim dari Makassaer. Dan saat ini, pihak penyedia jasa masih menunggu CCSP untuk melakukan pekerjaan perbaikan.

“CCSP ini nanti tiba akhir Juli ini. Ketika itu sudah sampai Kami BWS akan segera minta pihak pengelola jasa untuk melakukan action di lapangan. Direncanakan awal Agustus ini sudah dikerjakan dan bulan Agustus semuanya selesai diperbaiki,” Jelas Sudana.

Sebelumnya, kronologi ambruknya bangunan penahan banjir tersebut dikarenakan curah hujan yang tinggi pada tanggal 16 Juni 2022 sehingga air dengan volume besar yang masuk ke drainase yang berada di area tembok penahan sheet pile melebihi beban.

Akibatnya tembok penahan sheet pile mengalami kerusakan sebanyak 16 buah sheet pile (16 meter) patah. Serta 25 buah sheet pile miring ke arah sungai dan retak pada caping beam sebanyak 8 buah.

2022 BWS Sulawesi 1 Bangunan Pengendali Banjir Sungai Ongkak Ambruk, Kepala BWS I Komang Sudana Pastikan Agustus Selesai Diperbaiki.

Sementara itu dalam Kesimpulan akhir Sekretaris Komisi III DPRD Sulut H. Amir Liputo SH mengatakan ada tiga kesepakatan yang berhasil dirangkum. Pertama, Kepala Balai Sungai dan Satker akan bertanggungjawab penuh untuk menuntaskan pekerjaan lewat kontraktor yang ada karena masih dalam masa pemeliharaan.

“Dengan catatan memperbaiki sekaligus membuat saluran air yang baru sehingga bangunan yang sudah ada tidak akan lagi digenangi air yang menyebabkan dinding yang dipasang ini hanyut oleh air, di dumoga,” kata Liputo saat diwawancarai oleh wartawan seusai RDP.

Kedua diungkapkan politisi PKS ini, khusus mengenai tenggak waktu diharapkan bulan agustus atau 1 bulan dari sekarang pekerjaan sudah selesai.

Dan Ketiga, mengenai usulan kata Liputo pemeliharaan irigasi yang di Sangkub balai sungai segera mengkoordinasikan agar para petani yang mempunyai hak untuk pembersihan dapat dilibatkan dalam pekerjaan.

“Jadi mereka tidak sekedar menjadi kelompok pemakai air, tapi juga dilibatkan dalam pemeliharaan sehingga mereka juga bisa mendapatkan penghasilan dari hal tersebut,” katanya lagi.

Namun disisi lain ditambahkan politisi dapil Kota Manado ini, fungsi pengawasan Komisi III akan mengawal terus sehingga keadaan keadaan yang terjadi dilapangan kedepan dapat diminimalisir sehingga tidak terjadi lagi ada proyek proyek penanggulangan banjir justru ketika terjadi banjir justru proyek tersebut yang hanyut.

“Nah ini kedepan tidak boleh terjadi lagi sehingga komisi III perlu melakukan tinjauan lapangan kemudian pengawalan terhadap perbaikan proyek proyek seperti ini.  Kami juga berharap masyarakat dapat melaporkan pada kita karena tentu kami sangat terbatas dengan anggota yang hanua 10 orang, mengawasi se Sulut ini kan bikan pekerjaan mudah, bila ada temuan-temuan seperti ini silahkan bila dashboar E-Aspirasi DPRD Sulut sampaikan apa yang ditemukan dan insyaallah kami akan siap menindaklanjuti,” kuncinya.

 

Reporter : Sheraa Umboh

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.