Tuntaskan Angka Putus Sekolah, Disdik Bolmong Gelar Ujian Paket C

0
15

TNews, BOLMONG – Guna menuntaskan angka anak putus sekolah, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) resmi menggelar Ujian Paket C setara Sekolah Menengah Atas (SMA).

Diketahui, pelaksanaan ujian paket C itu tersebar disejumah titik, dibuka secara simbolis Kepala Disdik Renti Mokoginta, di Gedung SKB Bolmong, Kamis (08/04/2021).

Usai membuka secara simbolis ujian tersebut, Kepala Disdik Renti Mokoginta,  mengatakan ujian paket C merupakan program pihaknya yang dilaksanakan rutin setiap tahun.

“Program ini dilakukan guna menuntaskan permasalahan bagi anak putus sekolah dan wajib belajar 12 tahun. Sementara ada 1.479 peserta yang mengikuti ujian,” ungkap Renti.

Ujian paket C tersebut kata dia, pada dasarnya sama saja dengan kegiatan di sekolah seperti biasanya. Para peserta sebelum mengikuti ujian paket C terlebih dahulu mengikuti proses belajar mengajar selama 3 tahun.

“Namun kegiatan belajar hanya dilakukan dua hari dalam seminggu, yakni setiap Sabtu dan Minggu,” ujarnya.

Program ini juga kata Renti, dibuka untuk semua kalangan, yang mengalami putus sekolah dan mempunyai keinginan untuk menuntaskan pendidikan wajib 12 tahun.

“Peserta tak hanya dari kalangan muda-mudi saja, tapi ada juga sudah berumur di atas 50-an tahun,” tuturnya.

Sebelumnya, Disdik Bolmong telah melayangkan penambahan blangko ijazah ke Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus Ditjen PAUD Diknasmen di Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Hal itu dalam rangka Kegiatan Belajar Masyarakat (KBM) tahun pelajaran 2020-2021 yang berada di 14 satuan pendidikan.

Untuk peserta didik tingkat akhir paket A berjumlah 32, peserta didik tingkat akhir paket B berjumlah 347, dan peserta didik tingkat akhir paket C berjumlah 1479. Dari 14 satuan pendidikan yang ada, hanya SKB berstatus negeri sedangkan sisanya berstatus swasta.

Ujian Paket C berlangsung selama empat hari mulai terhitung Kamis hingga Minggu.

“Untuk hari pertama peseta akan mengkuti ujian mata pelajaran PKN, Bahasa Indonesia dan Matematika,” pungkas Mokoginta.

Imran Asiaw

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.