Kepala Daerah di Sulut Diminta Tarik Kas Daerah di Bank SulutGo

20
13944
Abdul Eba Nani

TNews, BOLMUT – Terkait dengan sikap PT Bank Sulutgo, yang menolak permintaan penundaan setoran bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah yang disampaikan langsung oleh Direktur Utama Bank SulutGo mendapat kritikan tajam dari Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bolmut Abdul Eba Nani.

Dirinya meminta kepada seluruh kepala daerah di Sulawesi Utara (Sulut) agar menarik Kas Daerah di Bank SulutGo.

“Pernyataan Direktur Bank SulutGo seperti  tidak ada rasa prihatin kemanusian sama sekali terhadap kondisi saat ini, mereka hanya memikirkan keuntungan disaat krisis penyebaran virus corona padahal tidak sedikit ASN yang berkortribusi untuk kemajuan Bank milik daerah tersebut. Untuk itu meminta seluruh kepala daerah di Sulut, termasuk Bupati Bolmut untuk menarik Kas Daerah di Bank SulutGo, “tegas Nani kepada Totabuan News (26/04/2020).

Sikap pihak Bank SulutGo, lanjut AEN sapaan akrabnya dirinya menilai  selolah- olah tidak mengindahkan permintaan Kepala Daerah yang notabene memiliki saham Rekening kas umum Daerah (RKUD).

“Bank SulutGo tidak mencerminkan sesuai dengan Motonya Torang Pe Bank, dimana  bunga kredit pinjaman ASN cukup tinggi, terus disaat situasi seperti ini tidak mampu memikirkan nasib masyarakat,”ujar Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) Bolmut ini.

Tidak hanya itu AEN mempertanyakan  kontribusi atau bantuan Bank Sulutgo di 15 Kabupaten/ Kota pada saat pendemi COVID-19 saat ini.

“Dimana kontribusi Bank SulutGo, selama pedemi virus corona ini, jangan hanya menikmati keuntungan nasabah dari gaji ASN dan lembaga lain setelah ada giliran situasi yang sulit seperti ini tidak membantu masyarakat terutama permohonan ASN penundaan pembayaran kredit, “tandas Nani.

Seperti diketahui baru-baru ini PT Bank Sulutgo melalui Direktur Utama Bank SulutGo, Jerfy Dendeng menyebutkan jika permintaan dari beberapa kepala daerah memohon agar ada penundaan pembayaran kredit bagi ASN dan Anggota DPRD tidak sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) dengan pedemi virus corona.

 

Upik Mando 

 

Loading...

20 KOMENTAR

  1. Mantap itu baru namanya Dewan..memperjuangkan nasib rakyat yg saat ini berperang melawam covid corona,Mna itu Dewan yg lain yg ktanya akan berjuang demi kepentingan rakyatnya, rakyat disuruh tinggal dirumah untuk di karantina agar supaya bisa memutuskan mata rantai dri covid corona tersebut, Masyarakat tdk lagi beraktifitas tinggal tunggu bantuan pemerintah..

  2. Ini baru namanya Dewan,yg bisa memperjuangkan nasib rakyatnya, Mana itu Dewan yg lain yg kanya akan memperjuangkan nasib rakyatnya,Disaat ini corona covid 19 menyerang, rakyat disuruh tinggal dirumah agar dapat memutus matarantai dri covid 19 tersebut,Sekarang rakyat tinggal menunggu bantuan pemerintah agar tidak ada yg kelaparan..terimakasi pemerintah pusat , Daerah dan Kabupaten kota.yg sudah membantu kami..Dan terimakasi pula kpda Dewan” yg akan berjuang demi Masyarakatnya..Amin

  3. Ini baru bilang torang pe bank taat aturan . Ngoni itu anggota dewan deng ASN nintau diri, gaji bajalan trus mo minta penundaan kredit. Waras ngoni, banyak Skali yg jao Lebe susah yg terdampak. Ngoni anggota dewan harus nya Kase bantuan bukannya minta bantuan. Kalo so nda ta bayar tu utang jual Jo ngoni pe aset, mobil, rumah, dan kemewahan lainnya. Kalo rakyat biasa Torang mo jual apa, hele mo makan susah. Memang butul2 ?? ini anggota dewan bgni. Kong aneh ke tu kepala daerah pe pikiran sampe mo usul bgni pa bank, bukan main ini dang.

    • Bukannya mau membela ASN,…mari kita berpikir dengan kepala dingin sebenarnya dalam situasi covid-19 sekarang semuanya kena dampak, ndk ada yg terkecuali termasuk ASN. Para Kepala Daerah ,Wakil Rakyat bukannya orang bodoh yg diangkat Tuhan untuk dipercayakan memimpin,melindungi,mengayomi rakyatnya.Mereka orang2 yg luar biasa yg atas seijin Tuhan menjadi pemimpin dengan sumpah di atas Kitab sucinya.Mereka kemudian dikaruniakan hikmat & bijaksana dari Tuhan ketika memangku jabatan. Ini kasat mata & mmng tdk bisa dilihat oleh org byk.Ketika mrk bertindak benar di hadapan Tuhan mrk diperhitungkan & ketika mrk bertindak salah jga diperhitungkan Tuhan. Dalam Kasus ini ,mengapa para bupati/walikota mrk berani membuat permohonan ke pihak Bank??…Karena hati & pikiran mrk diisi dgn bagaimana menyelamatkan orang banyak, bukan sekelompok org saja.Dan sadar atau tidak pemerintah itu duta/perpanjangan tangan Tuhan. Jadi tidaklah salah mereka melakukan ini. Ketika pemerintah telah melakukan sesuatu yg urgen dengan seijin Tuhan, tapi tidak di gubris. Jangan salahkan sya bila sesuatu bakal terjadi yg bisa merugikan pihak yg dimintai tolong. Saya tidak mengutuk tapi saya sangat berfirasat ketika melihat hal ini.
      Gaji ASN tidaklah sebanyak yg di kira orang. Rata2 penghasilan bagi pegawai menengah k bawah 2-3 jt..paling tinggilah 3,5jtann. Ini hampir setara dgn UMP. Kalau tukang bangunan saja dgn upah harian 100-125rbuan bisa setara dgn ASN,bahkan bisa lebih, apalagi para pedagang2 di pasar, penghasilan mereka jangan dianggap sebelah mata. Yg menjadi masalah Utk permohonan keringanan waktu pembayaran Kredit Bank Sulutgo, hanya diminta restrukturisasi waktu perpanjangan kontrak kredit 3 bln, dlm pembayaran bukan tdk sama sekali dibayar. Bukan tanpa alasan permohonan ini di sampaikan, Krn sebagian besar Gaji ASN terjebak dlm pinjaman kredit jangka panjang hingga belasan thn, dengan setoran kredit yg sangat tinggi & sebagian besar tinggal menerima namanya sisa gaji 100-200rbn saja,Krn sdh dipotong lgsung dri pihak bank.Okelah ada hujatan yg diberikan istilah sudah dipakai bersenang-senang dulu, dlm bentuk bagaimana istilah bersenang itu: mobilkah,rumahkah…,?? Lihatlah ASN pegawai rendahan dulu,para ASN ingin rasanya bisa berteriak,tpi apa daya Krn dianggap masyarakat bahwa kalangan ASN itu org2 berduit, rubah persepsi.ASN hanyalah segelintir org yg bisa mendapat pekerjaan tetap yg di gaji pemerintah, tapi penghasilan mrk tdk seberapa juga, sama dengan pekerja pd umumnya.Kecuali ASN yg duduk sbg pimpinan,itupun bisa dihitung dgn jari .Tapi 90% pegawai rendahan lain hidupnya juga pas2an. Bagaimana mrk juga hrs memikul beban menghidupi keluarga,memberi makan anak istri,blm mmbyr uang kuliah sekolah anak,tagihan2 listrik,motor,menanggung sdr yg lgi pengangguran,Sedangkan Utk meminta beasiswa sekolah anak, kadang tak diterima dgn alasan org tua Pegawai.Dengan sisa gaji 100-200rb/bln tsb,sekali belanja bahan makanan beras sja Utk tanggungan keluarga sebulan 20kg pasti habis.Apa mampu menghidupi keluarga di situasi skrng.Mungkin di situasi biasa sblm pandemic covid,tdk kelihatan bgaimana mrk menghidupi keluarga,Krn ada istilah gali lubang tutup lubang ketika ada kebutuhan penting yg hrs diselesaikan.Dengan pakaian dinas yg rapi mrk terlihat aman2 saja tanpa mslh ekonomi.Padahal mrk juga berjuang keras bgmna menghidupi keluarga. Di saat spt ini ASN hanya meminta sedikit kelonggaran waktu saja.
      Dari pihak Bank SulutGo, setoran 3 bln PNS di perpanjang lagi, berarti limit waktu setoran juga di tambah & diperhitungkan di masa mendatang,Krn gaji ASN lwt bank Sulut,atau buatlah suatu kebijakan yg urgen dgn menilai penghasilan pegawai mana yg msh bisa dikriteriakan bisa dibantu. Jangan hanya mau income besar dri gaji pegawai yg pasti tdk akan k mana2 ,tanpa sedikitpun membuka pikiran,mata & hati melihat kondisi tanah air yg lgi memprihatinkan.
      Uang bisa dicari dan itu bisa datangnya dari Tuhan, tapi bila tidak sedikitpun membuka hati bagi orang yg dlm kesulitan, maka Tuhan tak sungkan2 mengambil semuanya.
      Mohon maaf sebesar2nya bila catatan ini terlalu tajam bgi saudara2ku yg Budiman.Bukan maksud saya menyalahkan pihak tertentu & membela pihak yg lain ,saya hanya berdiri mencari & melihat sedikit sisi Keadilan, seandainya ini masih berlaku di tengah masyarakat.
      Semoga Tuhan memberkati kita semua…GBU?

  4. Yah wajib lah kan di gaji tiap bulan. Walaupun tidak kerja tapi ASN gajinya ttp jalan kan. Beda sama buruh harian lepas, yang harus di rumahkan dan tiap bulannya tidak ada pemasukan. Mikir pak jangan asal bicara aja. Yang berdampak itu kita masyarakat kecil bukan ASN.

    • Mksudnya ASN nda krja bgimana so bro?baru itu ASN kesehatan yg tugas di Rumah Sakit, di perbatasan, di puskesmas, dsb, itu ada ba apa drg dang??cuma ada baku haga stau ee??sama2 kena dampak,,biar ASN le ttap ksiang susah..baru bilang nd kerja?wow,klo dorang mogok kg butul nda kerja mo apa le…

  5. Senator….
    Pencitraan cari panggung ditengah corona, yg lain berlombah sumbangkan gaji, senator ini malah minta ndak ngangsur…
    Berjuang untuk kelimpok yg paling makmur diantara masyarakat… dia lupa yg pilih dia bukan asn…
    Sadar sebelum terlambat….
    Ndak beda deng Gabener Anues…
    200 milyar duit dki jkt bayar untuk foya balap formula e 2021 yg ngak jelas manfaatnya, 2020 belum jelas

  6. Kiki kalu Nn rasa susah and nda ada apa apa Nn mojual itu nn p salah sandiri dari dulu nda siapkan diri menyongsong masa depan,Nn mosuka jadi ASN atau anggota DPR tapi Nn nda skolah bae2 dulu atau nda ada nasib d situ introspeksi dirijo Nn jangan sesalah p sapa sapa Nn p keadaan itu

  7. Sdh sejak awal mhn ijin, kan baik teman2 ASN dan Anggota Dewan yg Terhormat sdh memiliki zona nyaman dgn bnyk fasilitas2 yang tdk di miliki rakyat kebanyakkan atau wong cilik.. rasanya rakyat kebanyakkan jauh lebih terdampak… krn misal :mau makan besok carinya hari ini… mari semua kembali ke hati nuranilah..
    Smoga badai segera berlalu.Amin

  8. Kita rasa anggota dewan bersuara demi masyarakat kecil, bukan ASN karena juknis pusat juga ada duspensasi kredit 3 bulan. Tidak salah dewan bersuara bgtu aspirasi masyarakat. Namun mungkin juga ada Prosedur seperi apa yang harus di komunikasikan dengan pihak Bank

  9. Apakah ASN dan Anggota DPRD adalah kelompok yg terdampak Covid 19? Apakah gaji dan tunjangan mereka kena potongan atau penundaan gaji? Kalau setiap bulan masih tetap terima gaji dan tunjangan penuh, kayak kurang pas utk minta penundaan bayar kredit di Bank atau di lembaga keuangan lainnya. Masih banyak sekali masyarakat /tenaga kerja swasta yg dirumahkan dan usaha kecil yg sangat merasakan dampak dari Covid 19, seharusnya mereka mereka ini yg perlu di bantu, seluruh Bank sy lihat khusus untuk KUR(Kredit Usaha Rakyat) sdh di beri keringanan oleh Bank khususnya penundaan angsuran atau pengurangan bunga, yg tentunya sesuai dgn mekanisme dan aturan perbankan. Harusnya di apresiasi oleh anggota Dewan. Saya rasa khusus pihak Bank Sulut sdh memberi alasan kenapa tdk bisa beri penundaan krn ada aturan OJK( Otoritas Jasa Keuangan) yg tentunya pihak Bank lebih paham dan mereka tentunya tdk boleh melanggar aturan itu.

  10. Itu katu bpk Dewan do lupa bahwa asn biar di rumah mar gaji bajalan trus tdk di potong to makanya yg ada ba pinjam wajib bayar katu. Mau dewan atau asn atau bupati tetap bayar nda pake tunda. Biar dewan kalau so segade dia pe gaji ya bayar.

  11. Karena bayak saudara bekerja harian yang mereka harap keluarganya asn yng bisa membantu mungkin dengan penundaan kredit itu kebih baik toh ini penundaan bukan gratis. Bukan diberi cuma cuma tetap dibayar

  12. Betul skali itu Pak …..Bank Sulut kan torang pe Bank….lagi pula ini kan cuman minta keringanan saja karena situasi saat ini memang mengharuskan seperti itu….dan sobutul klu dorang ndak dengar mending pindah kas Daerah ke Bank laeng mungkin Bank laeng blh mobantu staw …..sedangkan bunga pinjaman saja Bank laeng lebe ringan….

  13. Soal disetujui atau tidaknya permintaan penundaan cicilan itu terserah pimpinan bank sulut ….tapi usul anggota DPR agar kas daerah dipindahkan ke bank lain juga haknya beliau dan kalau memang Pemerintah Daerah se pindah tu kas daerah ke bank lain no problem kan …..karena memang kewenangan Pemerintah Daerah kwa…..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.