Kepala Puskesmas Pinolosian Diduga ‘Gelapkan’ Dana BOK

0
204
Kepala Puskesmas Pinolosian Diduga ‘Gelapkan’ Dana BOK
Robiatul Adawiya Makunta

TOTABUANEWS, BOLSEL  – Kepala Puskesmas (Kapus) Pinolosian, Kecamatan Pinolosian, diduga menggelapkan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) anggaran 2016.Pasalnya, hingga berakhirnya tahun anggaran 2016, dana BOK triwulan III dan IV yang seharusnya menjadi hak petugas kesehatan tak kunjung dibayarkan. Padahal, informasi yang dirangkum, anggaran yang bersumber dari APBN 2016 sudah dicairkan. Informasilain yang dirangkum dari sumber resmi menyebutkan, minggu terakhir bulan Desember 2016 lalu, Bendahara Puskesmas Pinolosian sudah mencairkan sisa dana BOKtriwulan III sekira Rp7 juta. Dan BOK triwulan IV sebesar Rp14 juta. Sehingga totalyang dicairkan bedahara sebesar Rp21 juta.“Dana tersebut langsung ditarik oleh Kapus. Tidak lagi ditangan bendahara,” sebut sumber yang meminta namanya tidak dipublis. Menurut sumber, Kapus berdalih, dana tersebut sudah menjadi miliknya karena saat pengurusan akreditasi Puskesmasbeberapa waktu lalu menggunakan uang pribadinya. “Itu untuk mengganti uang saya yang terpakai saat pengurusan akreditasi,” kata salah satu petugas, meniru ucapanKapus. Terang saja, alasan Kapus tersebut, menimbulkan ketidakpuasan para pemegang program kesehatan promotif di Puskesmas Pinolosian.
Menurut mereka, anggaran pengurusan akreditasi sudah tuntas dan tidak ada yang menggunakan uang pribadi. “Biaya akreditasi sudah dibahas dan tidak ada piutang apapun. Lucunya saat BOK dicairkan ceritanya sudah berbeda,” tambah sumber. Tak hanya itu, sumber juga mengungkap,Kapus yang sebelumnya menjabat sebagai bendahara BOK ini, tidak pernah menjelaskan secera rinci peruntukan BOK kepada seluruh staf Puskesmas. “SPj-nya ada. Tapi, kami tak pernah mendapat penjelasan rinci panganggaran kegiatan sesuai peruntukan BOK,” ketus sumber dengan dana kesal.
Terkait hal tersebut, Plt Kapus Pinolosian, Robiatul Adawiya Makunta saat dikonfirmasi membantah tudingan tersebut.“Itu tidak benar. Semua hak petugas dibayarkan,” ucap Robiatul. Soal SPj katadia, semua sudah dijelaskan secera rinci saat rapat kerja. “Saya heran kenapa ada cerita seperti ini. Kalau SPj-nya tidak jelas dananya pasti tidak bisa dicairkan,” kilahnya.
Tim Totabuanews

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.