PLN Molibagu Dilapor Atas Dugaan Pencurian Meteran

0
72
PLN Molibagu Dilapor Atas Dugaan Pencurian Meteran
Frangky saat mempelihatkan bukti setoran dan bekas meteran listrik yang dicabut oleh pihak PLN secara sepihak.(ist)
TOTABUANEWS, BOLSEL – Lagi-lagi PLN Cabang Molibagu berulah. Kali ini, PLN Molibagu dituding telah melakukan pencurian meteran milik warga Desa Duminanga, Kecamatan Helumo. Franky Datu warga desa tersebut kepada wartawan mengatakan pihak PLN secara sepihak telah memutuskan aliran listrik di kedaiamannya. “Saya sangat kesal karena Lampu saya diputus. Tak hanya itu, meteran listrik juga mereka bawa tanpa sepengatahuan saya selaku pemilik rumah,” kata dengan nada kesal.
Di sisi lain, dia mengakui sempat terlambat melakukan pembayaran tagihan listrik hingga empat bulan sejak buan April 2016. Tapi katanya, tunggakan itu sudah dia dibayarkan. “Saya mengaku salah karena terlambat bayar. Tapi sebelum mereka melakukan pemutusan, tunggakan tagihan listrik itu sudah saya lunasi sejak beberapa hari sebelumnya. Tagihannya sudah saya bayar hingga bulan ini tepat tanggal 11 Agustus lalu. Namun entah alasan apa mereka (pihak PLN) mencabut lampu saya sepekan sesudah saya melakukan pembayaran. Terus terang ini sangat melecehkan saya sebagai pelanggan mereka, padahal jika dilihat bukan hanya saya yang sering menunggak seperti ini,” sentilnya. Tidak terima dengan kejadian ini, Franky mengaku sudah melaporkan peristiwa ini ke pihak kepolisian atas dasar pencurian. “Mereka harus mempertanggungjawabkan kejadian ini. Sebelum mereka melakukan pencabutan aliran listrik di rumah saya, minimal ada pemberitahuan kepada saya sebagai pemilik rumah. Atau paling tidak memberitahukan kepada tetangga saya, kalau tak bisa memberikan informasi kepada saya secara langsung,” ketusnya.
Alasan keterlambatan empat bulan tagihan listrik ini, lanjut Frangki, karena statusnya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) di salah satu Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolsel, untuk menghindari keterlambatan setiap paginya masuk kantor, ia memilih tinggal di kost-kostan di wilayah pusat kota bersama dengan istri dan anaknya, sehingga rumahnya di Desa Duminanga jarang ditinggali, kecuali hari libur. “Setelah pihak PLN melakukan pencabutan listrik di rumah saya, saya langsung datangi kantor mereka di Desa Popodu untuk melakukan konfirmasi, hanya saja yang saya temui hanya security, kepala cabangnya sedang tak berada di kantornya,” paparnya. Dihubungi terpisah, Kapolsek Urban Bolaang Uki, Kompol Bahrudin Samin membenarkan atas adanya laporan kasus ini. “Frangky sudah melapor atas dugaan pencurian, namun sebelum itu kita akan memanggil kedua belah pihak PLN untuk membenarkan keterangan dari mereka,” terang Kapolsek, kemarin. Sementara itu, Pihak PLN Rayon Molibagu yang hendak dikonfirmasi melalui Menejernya, Monang Hutagalung, sedang tak berada di kantornya.
Raldy D

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.