Soal Pencopotan Dua Kepsek Korban “Goyang Bento”, Begini Kata Kepala Disdikbud Boltim

0
49
Yusri Damopolii (Foto Yogi)

TNews, Boltim – Soal pencopotan dua Kepala Sekolah (Kepsek) di SMPN 3 Tutuyan dan SMPN Kotabunan, Kepala Dinas Pendidikan dan Kabudayaan (Disdikbud) Bolaang Mogondow Timur (Boltim) angkat bicara.

Menurut Kepala Disdikbud Boltim, Yusri Damopolii mengatakan, alasan dicopotnya dua Kepsek tersebuy, yakni karena tidak becusnya dalam membina anak didiknya.

“Dimana awal mula kejadian itu terjadi dalam perlombaan drum band untuk menyambut HUT RI ke 77 beberapa waktu yang lalu, dimana siswa di kedua sekolah tersebut menari layaknya penari erotis dengan lantunan “Goyang Bento” yang saat ini viral di tik tok,”ungkap Yusri

Lanjut Yusri, dirinya selaku Kepala Disdikbud mematuhi dan menghormati keputusan dari Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto (SSM).

“Tindakan yang diambil Bupati SSM merupakan tindakan tegas, karena keduanya dianggap tidak melakukan pendampingan secara maksimal terhadap peragaan anak didiknya,” Jelas Yusri.

Menurut Saya, keputusan yang diambil Bupati SSM tersebut merupakan keputusan yang sangat tepat dan terbaik, karena siswa-siswi tersebut tidak bisa disalahkan, yang patut disalahkan itu penanggung jawab di sekolah itu.

“Ini juga sebagai edukasi Bupati SSM, kepada para sekolah lain, agar kedepannya hal-hal memalukan seperti ini tidak terjadi lagi,”jelas Yusri.

Ia pun berharap, dengan adanya sanksi yang diambil pemerintah daerah tersebut, dapat menjadi perhatian seluruh tenaga pendidik di Kabupaten Boltim, terutama bagi para kepala sekolah.

“Semua kepsek di Boltim agar benar – benar memberikan edukasi positif kepada siswa – siswi dalam setiap kegiatan ekstrakurikuler, agar ke depan hal-hal seperti ini tidak akan terjadi lagi,” tegasnya.

Diketahui, dua Kepsek yang dicopot, masing-masing Lutfi Bazmul S.Pd selaku Kepala SMP Daerah Kotabunan dan Unggu Sarionsong Kepala SMP Negeri 3 Tutuyan***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.